Alasan Bangunan Jepang Lebih Tahan Bocor dibandingkan Indonesia

- Editor

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia rawan kebocoran karena curah hujan tinggi, standar konstruksi kurang ketat, penggunaan material rendah kualitas, pengawasan minim, dan kurangnya teknologi waterproofing canggih. Jepang dengan teknologi lapisan ganda dan standar ketat terbukti lebih tahan bocor.

Negara Tropis, Ancaman Bocor Tak Berkesudahan

Indonesia adalah negara tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi, rata-rata mencapai 2.500 mm per tahun menurut data resmi dari BMKG. Kondisi iklim dengan Curah hujan yang tinggi menyebabkan air mudah meresap ke dalam struktur bangunan jika tidak dilindungi dengan baik. 

Industri waterproofing di Indonesia pun tumbuh pesat, dengan laju pertumbuhan sekitar 8–10% per tahun sejak 2020 (Frost & Sullivan Asia-Pacific Waterproofing Market Forecast 2022).

Namun, tingginya angka kebocoran ini bukan hanya disebabkan oleh faktor iklim, melainkan juga karena kurangnya pemahaman dan penerapan teknologi waterproofing yang tepat.

Skala Masalah Kebocoran di Indonesia: Data & Dampaknya

Data riset memperlihatkan bahwa enam dari sepuluh rumah di Indonesia mengalami kebocoran dalam lima tahun pertama masa pakainya (Survei Litbang Kompas, 2021). Selain itu, 72% keluhan pembeli properti terkait masalah bocor, rembes, dan dinding lembap (Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2022).

Biaya perbaikan kebocoran pun tak sedikit, dapat mencapai 5–10% dari nilai bangunan. Dampak kebocoran tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga berdampak pada kesehatan penghuninya.

Air yang merembes menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut, yang memicu alergi dan masalah pernapasan. Selain itu, kelembapan berlebih dapat merusak perabotan dan menurunkan nilai estetika rumah.

Baca Juga :  Perkuat Inisiatif Smart Mining, Grup MIND ID Optimalkan Nilai Tambah Batu Bara Indonesia

Jepang Juga Hujan Deras, Tapi Kok Tidak Bocor?

Jepang, meskipun memiliki curah hujan yang juga tinggi — antara 1.700 hingga 2.500 mm per tahun (Japan Meteorological Agency, 2023) — memiliki tingkat laporan kebocoran yang jauh lebih rendah, yakni kurang dari 8% dalam 10 tahun untuk properti baru (MLIT Japan, 2021).

Rahasia keberhasilan Jepang terletak pada sistem konstruksi yang sangat ketat dan teknologi waterproofing yang maju, meliputi:

A. Double waterproofing membrane: Lapisan ganda yang memberikan perlindungan ekstra terhadap penetrasi air.

B. Expansion joint system: Sistem sambungan yang mengakomodasi pergerakan bangunan akibat perubahan suhu dan gempa, sehingga mencegah retak dan kebocoran.

c.Waterproof testing: Pengujian ketat sebelum tahap finishing untuk memastikan tidak ada kebocoran.

Teknologi ini didukung oleh standar industri yang ketat, seperti Japanese Industrial Standards JIS A 1408-1:2006, yang mengatur kualitas dan metode aplikasi waterproofing.

Studi Kasus: Kualitas Waterproofing di Jepang

A. Apartemen di Osaka Garansi waterproofing 15 tahun

B. Resort di Tokyo Tetap aman dari kebocoran pasca Topan Hagibis

(Sumber: Laporan Investigasi Tempo 2022, BPK 2021; Sekisui House, Japan Times)

Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan standar yang tepat sangat menentukan keberhasilan proyek dalam jangka panjang.

Solusi: Adaptasi Teknologi Jepang ke Indonesia

Untuk mengatasi masalah kebocoran yang masif, adaptasi teknologi dan standar Jepang sangat direkomendasikan, antara lain:

Baca Juga :  Peringati International Plastic Bag Free Day, LindungiHutan Gaungkan Kolaborasi Hijau

1. Pelatihan dan Edukasi Kontraktor Lokal : Pelatihan intensif dalam penggunaan material tahan UV dan elastis yang sesuai dengan iklim tropis.

2. Penerapan standar aplikasi yang ketat dan pengawasan kualitas selama proses konstruksi.

Rekomendasi Bahan Waterproofing :

1. Polyurethane (PU) Elastomer Elastis, tahan UV, tahan lama

2. Bitumen Membrane Bakar T ahan panas, kedap air, cocok untuk atap
3. Injection Sealant Penetrasi ke retakan, tahan tekanan air tinggi-

Teknologi Pendukung

1. Moisture sensor: Alat deteksi kelembapan yang dipasang di bangunan publik untuk mendeteksi kebocoran dini dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Audit kualitas waterproofing: Minimal dilakukan setahun sekali untuk memastikan kondisi lapisan pelindung tetap optimal.

(Sumber: Japan Building Waterproofing Association (JBWA) 2023)

Kesimpulan & Aksi Nyata dari Industri

Masalah kebocoran bukan hanya soal iklim, tapi juga mindset dan standar konstruksi. Jepang membuktikan bahwa dengan standar tinggi dan teknologi tepat, bangunan tahan bocor bisa diwujudkan.

Indonesia perlu mengadopsi teknologi dan standar tersebut melalui edukasi, pelatihan, dan audit kualitas yang ketat. Dengan investasi yang tepat dan pemilihan bahan berkualitas, Anda tidak hanya menghindari kerugian akibat kebocoran, tetapi juga mendapatkan ketenangan pikiran dengan garansi yang jelas dari penyedia jasa.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Berita Terbaru