Bitcoin Tertekan, Support Krusial di $105.000 Jadi Penentu Arah Harga

- Editor

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Bitcoin sempat menguat setelah munculnya pernyataan bernada dovish dari pertemuan Jackson Hole, yang mendorong kenaikan hampir 4% hingga menyentuh level sekitar $117.300. Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Memasuki akhir pekan, harga kembali tergelincir ke kisaran $110.600, membentuk pola bearish engulfing pada grafik mingguan—sebuah sinyal teknikal yang menandakan potensi pelemahan lebih lanjut.

Tekanan jual semakin terlihat jelas ketika data on-chain dari Glassnode menunjukkan tren distribusi yang meluas. Hampir seluruh kategori pemegang Bitcoin melakukan aksi jual, terutama dompet dengan kepemilikan antara 10–100 BTC. Aktivitas distribusi ini memberikan tekanan tambahan pada pasar, memperbesar risiko koreksi harga dalam waktu dekat.

Di sisi lain, dompet besar dengan saldo 100–1.000 BTC memperlihatkan perilaku yang lebih bervariasi. Meskipun sebagian dari kelompok ini masih melakukan akumulasi, mereka secara kolektif menandai area sekitar $105.000 sebagai zona support krusial. Level ini dianggap sebagai “garis pertahanan terakhir” sebelum harga Bitcoin berpotensi jatuh lebih dalam ke area yang lebih rendah.

Data realized price juga memberikan gambaran menarik terkait risiko pasar saat ini. Investor jangka pendek, dengan periode kepemilikan 1–3 bulan, tercatat memiliki harga beli rata-rata di sekitar $111.900. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka saat ini berada di posisi rugi seiring harga bergerak di bawah level tersebut.

Baca Juga :  Pembukaan Inspeksi Keselamatan Perkeretaapian dalam Rangka Angkutan Lebaran tahun 2026 di Daop 4

Sementara itu, investor jangka menengah hingga panjang, dengan periode kepemilikan 3–12 bulan, memiliki harga beli rata-rata di kisaran $89.200–$91.630. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa jika support di $105.000 gagal dipertahankan, pasar berpotensi menguji kembali area harga beli kelompok investor ini. Dengan kombinasi tekanan distribusi dan level teknikal yang rapuh, Bitcoin kini menghadapi fase krusial yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Apabila support di level $105.000 gagal dipertahankan, pasar Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam. Hal ini disebabkan oleh minimnya area support signifikan di bawah level tersebut, sehingga harga berpotensi meluncur hingga kisaran $90.000-an. Kondisi ini membuat level $105.000 menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.

Tekanan jual juga semakin diperkuat oleh faktor momentum musiman. Memasuki periode “ghost month” pada Agustus–September, pasar kripto historisnya cenderung mengalami koreksi yang cukup signifikan. Data tahun-tahun sebelumnya mencatat rata-rata penurunan sekitar 21,7% selama periode ini, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan berlanjutnya tren pelemahan.

Baca Juga :  Merantau untuk Berkembang: Kisah Mahasiswi Sumatra Utara Menggapai Impian di Ibukota Jakarta

Selain itu, melemahnya minat investor terhadap spot Bitcoin ETF turut memberikan sentimen negatif bagi pasar. Arus masuk dana yang melambat menandakan berkurangnya optimisme investor institusional, sehingga risiko koreksi lanjutan kian besar. Kombinasi antara rapuhnya level teknikal, faktor musiman, dan rendahnya minat pasar membuat Bitcoin berada di fase yang sangat menentukan.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA
Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri
KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga
Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International
Jajaki Peluang Bisnis Baru Pengiriman Hewan Ternak, KAI Logistik Teken MoU dengan Bogantara
Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang
MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mendorong Masa Depan Kesehatan, Prodia Science Award 2026 Apresiasi Inovasi Peneliti Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:02 WIB

KLTC® dan SIKPA Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pengembangan SDM Berbasis Keluarga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:00 WIB

Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:01 WIB

MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:02 WIB

Mahasiswa School of Computer Science BINUS University Tampil di Ajang Internasional AI in Healthcare Hackathon 2026 di Uzbekistan

Berita Terbaru