Suka Jajan di Blok M Setiap Minggu? Coba Hitung Efeknya ke Keuangan

- Editor

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk warga Jabodetabek, akhir pekan di Jakarta rasanya belum lengkap tanpa mampir ke Blok M. Kawasan legendaris ini kini berubah jadi salah satu pusat gaya hidup paling hits di ibu kota. Dari Blok M Square, M Bloc Space, sampai kawasan kuliner di Little Tokyo. Semuanya menggoda untuk dikunjungi. Suasananya santai, estetik, dan penuh pilihan kuliner yang menggugah selera.

Di balik euforia itu,  kebiasaan nongkrong dan jajan tiap minggu di Blok M ternyata punya efek besar pada kondisi keuangan. Mungkin terdengar sepele. Namun, kalau dikalkulasikan, pengeluarannya bisa cukup signifikan dalam jangka panjang. 

Biaya Kecil yang Mengalir Setiap Minggu

Jika kamu nongkrong di Blok M tiap akhir pekan. Rata-rata pengeluaranmu dalam satu kali kunjungan mungkin seperti ini:

– Kopi dan snack: Rp60.000

– Makan siang atau malam: Rp80.000

– Ongkos transportasi atau parkir: Rp30.000

– Camilan tambahan atau dessert: Rp30.000

Totalnya sekitar Rp200.000 per minggu. Kelihatannya tidak besar, kan? Tapi kalau dilakukan rutin setiap minggu selama setahun, jumlahnya jadi Rp200.000 × 52 minggu = Rp10.400.000 per tahun. 

Bayangkan, uang lebih dari sepuluh juta rupiah itu sebenarnya bisa dialihkan untuk banyak hal: membayar cicilan gadget baru, modal bisnis kecil, atau bahkan investasi jangka panjang. Inilah efek biaya kecil tapi rutin yang sering tidak terasa karena keluar sedikit demi sedikit.

Efek Psikologis “Itu Cuma Sekali-sekali”

Masalahnya bukan di jajannya, tapi di pola pikir di baliknya. Banyak orang merasa, “Ah, sekali-sekali aja kok,” atau “Cuma weekend, biar gak stres.” Padahal, kebiasaan kecil yang diulang terus justru membentuk pola konsumsi yang boros tanpa disadari.

Baca Juga :  Kolaborasi Kementan dan Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Ketahanan Pangan Korban Banjir

Hal tersebut dinamakan emotional spending, yaitu pengeluaran yang dilakukan untuk memuaskan emosi sesaat, bukan kebutuhan nyata. Dalam konteks anak muda perkotaan, jajan di Blok M bukan sekadar beli makanan, tapi juga bentuk “pelarian kecil” dari rutinitas kerja dan tekanan hidup di kota besar.Tidak salah menikmati waktu luang, tapi jika tidak dikontrol, pengeluaran ini bisa menggerus tabungan tanpa terasa.

Gaya Hidup Sosial dan Tekanan Lingkungan

Faktor lain yang membuat jajan jadi kebiasaan mahal adalah tekanan sosial. Saat teman-teman nongkrong tiap minggu, kamu merasa tidak enak kalau tidak ikut. Kadang malah ikut-ikutan pesan menu yang sama atau lebih mahal demi terlihat sefrekuensi.

Fenomena ini disebut social spending pressure. Kebiasaan mengeluarkan uang bukan karena kebutuhan, tapi demi menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Apalagi di tempat seperti Blok M yang identik dengan anak muda kreatif. 

Pengunjung cenderung terdorong untuk tampil keren, mencoba tempat baru, atau memposting konten di media sosial. Jika kamu mulai sering jajan hanya karena ingin ikut tren, tandanya bahwa gaya hidupmu mulai dikendalikan oleh lingkungan, bukan kebutuhan pribadi.

Dampak Jangka Panjang ke Keuangan

Uang sebanyak Rp200.000 per minggu mungkin terasa kecil. Tapi kalau dihitung dengan konsep opportunity cost yaitu nilai dari apa yang kamu lewatkan karena memilih pengeluaran tertentu. Hasilnya cukup mengejutkan.

Bayangkan kamu menyimpan Rp200.000 setiap minggu ke tabungan. Dalam setahun, uangmu bisa tumbuh menjadi lebih dari Rp10 juta. Kebiasaan jajan setiap minggu yang terlihat sepele sebenarnya bisa menunda tujuan finansial besar seperti DP rumah, liburan impian, atau dana darurat. 

Baca Juga :  Siap Go Global, KAI Ikutkan UMKM Pelatihan Ekspor Kemendag

Cara Menikmati Hidup Tanpa Boros

Bukan berarti kamu tidak boleh jajan atau nongkrong di Blok M. Hidup tetap butuh keseimbangan antara menikmati momen dan menjaga keuangan. Kamu tidak harus berhenti jajan, tapi kamu bisa mengubah arah uangmu. Misalnya, daripada keluar Rp200.000 setiap minggu, coba sisihkan Rp100.000 untuk menabung. 

Mulailah dari langkah sederhana buka produk tabungan digital. Salah satu tabungan digital yang bisa kamu coba ada Tabungan NOW di neobank dari Bank Neo Commerce. Lewat Tabungan NOW, kamu bisa tahu cara nabung dengan efektif yang tanpa ribet, bebas biaya admin, dan bunga kompetitif yang cair harian yang bisa bantu rencana keuanganmu tumbuh lebih cepat.

Tabungan tanpa biaya admin ini bisa membantu agar rencana jangka pendek dan panjangmu berjalan lancar. Mulai langkah kecilmu dengan membuka Tabungan NOW di bank dengan layanan digital tanpa biaya admin di neobank.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan coba rekomendasi tabungan bank terbaik lewat produk Tabungan NOW sekarang. 

Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Berita Terbaru