Film “Nia” kisah dari desa kecil di Sumatera, menggugah nurani seluruh Negeri.

- Editor

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta;  Suasana haru dan kehangatan memenuhi
Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier film
“Nia Kurnia Sari
”, Senin malam, 24
November 2025.
Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten
Padang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran
pemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.

Diproduksi oleh  PH 786
Production
bekerja sama dengan PT. Smaradana Pro, film ini semakin
memikat perhatian publik karena keberanian mengangkat realitas pedesaan di daerah Padang
Pariaman. Dengan sentuhan emosional yang kuat,
film hasil garapan Aditya Gumay dan Ronny Mepet ini berhasil menampilkan
tragedi yang tidak hanya menyayat, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang
kemanusiaan.

Film ini mengangkat kehidupan Nia Kurnia Sari
(diperankan oleh Syakira Humaira),
seorang remaja 18 tahun yang menjual gorengan untuk menghidupi ibunya, Eli
(Helsi Herlinda), yang mengidap penyakit tiroid, serta dua saudara tirinya.

Dalam kesederhanaan dan ketaatannya, Nia
selalu menjadi sosok yang ceria dan pekerja keras. Namun takdir pahit
menimpanya ketika ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh Andri (Qya Ditra), seorang pengangguran
dan pecandu Narkoba. Pencarian
intensif selama tiga hari melibatkan warga, polisi, dan sosok Makwo yang diperankan begitu kuat oleh Neno Warisman.

Baca Juga :  Pelayanan Lebih Baik, KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Rangkaian Stainless Steel New Generation untuk Pelanggan KA Argo Wilis, Turangga, dan Parahyangan

Keberadaan Neno Warisman sebagai Makwo menjadi
salah satu kekuatan emosional film ini. Dengan ekspresi keibuan dan energi
spiritualnya, Neno menghadirkan karakter yang menjadi pelita di tengah
kegelapan tragedi. Ia menggambarkan sosok Makwo sebagai penggerak harapan,
pemimpin pencarian, sekaligus suara nurani masyarakat.

Kehadiran Neno
membuat film ini semakin hidup dan bermakna bagi penonton.

Tidak hanya
akting yang menyentuh, film “Nia Kurnia Sari” juga diperkuat oleh musik yang
digarap oleh Adam S. Permana, yang selalu bermitra dengan Smaradana pro dalam
setiap produksi film garapan Aditya Gumay. Komposer ini dikenal mampu menyatukan
keindahan musik dengan kedalaman emosi. Melalui sentuhan musiknya, Adam
menghadirkan atmosfer pedesaan yang otentik, kepedihan keluarga, hingga harapan
yang bersinar melalui setiap adegan menjadikan
pengalaman menonton semakin menghanyutkan.

Film Nia akan resmi tayang serentak pada  4
Desember 2025, di bioskop seluruh Indonesia.

Film ini lolos dengan kategori 13+
dari LSF, film ini menyajikan edukasi tentang kerentanan perempuan, tekanan
sosial-ekonomi, dan pentingnya solidaritas antarwarga.

Tantangan
Para Pemain dalam Menghidupkan Kisah Nyata Para pemain kompak menegaskan bahwa
mengangkat kisah nyata bukan pekerjaan ringan. Pendalaman karakter menjadi
peran kunci keberhasilan film ini.

Baca Juga :  Alasan Gen Z dan Milenial Tertarik Investasi Emas

Syakira Humaira, pemeran utama sebagai Nia, mengaku harus menjalani pendalaman
intens:

Saya belajar langsung ke warga
Minang—bahasa, gestur, cara kerja, sampai interaksi sehari-hari. Tantangannya
besar karena ini tokoh nyata dan kisahnya sangat menyentuh,” ungkapnya.

Qya Ditra, pemeran Andri, menyebut peran antagonis ini sebagai yang paling
berat dalam kariernya:

“Saya harus memahami pola pikir pecandu dan pelaku tindakan
negatif. Itu sangat menguras emosi.”

Helsi Herlinda, pemeran ibu Nia, mengaku proses syuting berlangsung sangat
emosional:

Selama syuting saya memilih tidak bicara
dengan Ditra. Saya harus benar-benar membenci karakternya untuk mendalami peran
seorang ibu yang kehilangan anak.”

Aktor senior Zainal Chaniago bahkan menyebut film ini sebagai
karya paling membekas dalam 35 tahun perjalanan kariernya—menandakan betapa
kuatnya dampak emosional film ini bagi seluruh pemain.

Tim produksi
berharap film ini dapat menjadi cermin sosial bagi masyarakat Indonesia.

Film ini
tidak sekadar menggambarkan tragedi; ia menyoroti kerentanan perempuan, tekanan
ekonomi, keterbatasan aparat di daerah, hingga pentingnya solidaritas warga.

Pesan yang
ingin disampaikan jelas: Perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tugas
negara, tetapi tanggung jawab bersama.(Red)

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal
Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:01 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terbaru