Menteri PU Dody Hanggodo Paparkan Arah Pembangunan Infrastruktur Nasional di Forum Investasi Indonesia-China

- Editor

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 Desember 2025 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur nasional yang berlandaskan pada tiga pilar strategis, yakni ketahanan air, pangan, dan energi. Penegasan arah pembangunan ini disampaikan Menteri Dody saat hadir sebagai Pembicara Kunci dalam forum “The Indonesia-China Infrastructure Investment and Construction” di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Di hadapan para pejabat dan pemangku kepentingan dari kedua
negara, Menteri Dody menekankan bahwa Kementerian PU menjadi poros utama
percepatan pembangunan strategis Indonesia, terutama dalam memastikan setiap
kerja sama internasional sejalan dengan agenda ketahanan air, ketahanan pangan,
dan ketahanan energi sebagaimana tercantum dalam Asta Cita dan kerangka PU608.

“Kerja sama Indonesia–China dalam bidang infrastruktur kini
memasuki fase yang semakin strategis. Selama 75 tahun hubungan diplomatik,
kedua negara secara konsisten bekerja sama. Fondasi itulah yang memungkinkan
pembangunan bersama terus berkembang,” ujar Menteri Dody.

Lebih lanjut, Menteri Dody menjelaskan bahwa peta jalan
pembangunan Indonesia telah terumuskan secara jelas dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Peta jalan itu menempatkan tiga
pilar strategis yakni air, pangan, dan energi sebagai inti pembangunan.
Infrastruktur juga harus dibangun tepat sasaran untuk mendukung inti
pembangunan nasional.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Himbau Calon Pelamar Kerja Waspada Penipuan Rekrutmen Pegawai

“Ketahanan air, pangan, dan energi bukan sekadar program teknis.
Ini kebutuhan dasar bagi keberlanjutan bangsa. Karena itu, seluruh kolaborasi
internasional harus selaras dengan arah tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut Menteri Dody memaparkan bahwa pada setiap kerja sama
luar negeri bidang infrastruktur, pembangunan tidak hanya berupa proyek
konstruksi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi nasional.

Dalam forum itu, Menteri Dody mengumumkan tiga proyek strategis
dengan skema Government-to-Government (G-to-G). Tiga proyek yang telah dikurasi
ketat dan siap memasuki tahap pembiayaan tersebut adalah Proyek pembangunan
Bendungan Serbaguna Riam Kiwa, Bendungan Serbaguna Pelosika dan pembangunan
Jalan Perbatasan Kalimantan.

“Ketiga proyek ini sudah berada dalam tahap siap pembiayaan. Kami
tidak lagi berbicara rencana, tetapi implementasi. Ini proyek jangkar untuk
ketahanan air, irigasi, dan konektivitas nasional,” ungkap Menteri Dody.

Selain mengumumkan proyek G-to-G, Menteri Dody juga menyoroti
pentingnya memperluas partisipasi sektor swasta melalui skema Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam pembangunan infrastruktur modern,
sektor swasta harus menjadi bagian dari ekosistem.

Contoh keberhasilan model pembiayaan berlapis dengan skema KPBU
ini antara lain: proyek Waste-to-Energy (WTE) Manggar di Balikpapan, Pembangkit
Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di berbagai lokasi seperti Way Sekampung,
Tapin, Leuwikeris, Cipanas, dan Karalloe, serta konsesi jalan tol di Bali, Jawa
Tengah, dan Jawa Barat.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Berkomitmen untuk Memberikan Layanan yang Setara kepada Konsumen

Kementerian PU juga tengah berfokus pada pembentukan pola
pembangunan yang adaptif terhadap tantangan jangka panjang, salah satunya
adalah proyek Integrated Coastal Development (ICD) di Pantai Utara Jawa
sepanjang 900 kilometer. Proyek ini disebutkannya dapat menjadi sistem
perlindungan bagi lebih dari 40 juta warga.

“ICD bukan sekadar proyek konstruksi; ini sistem perlindungan
untuk lebih dari 40 juta warga. KemenPU kini bekerja lebih erat dengan Kemenko
Infrastruktur, Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Kejelasan proses adalah
insentif terbaik bagi semua pihak,” kata Menteri Dody.

Menutup pemaparannya, Menteri Dody mengingatkan kembali esensi
dari pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah. Pembangunan infrastruktur
tidak hanya diukur dari angka atau ukuran fisik, tetapi dari dampaknya terhadap
masyarakat.

“Infrastruktur tidak diukur dari panjang jalan atau daya listrik.
Ukurannya adalah manfaat bagi masyarakat—keamanan, produktivitas, dan
kesempatan ekonomi,” pungkasnya.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe
Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Siap Akomodasi Mobilitas Lebaran 2026, KAI–DJKA Pastikan Seluruh Layanan LRT Jabodebek Siap Operasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:01 WIB

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:00 WIB

Siap Akomodasi Mobilitas Lebaran 2026, KAI–DJKA Pastikan Seluruh Layanan LRT Jabodebek Siap Operasi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:00 WIB

OAKHOUSE Berpartisipasi dalam JAPAN EDUCATION FAIR 2026 untuk Mendukung Studi di Jepang bagi Orang Indonesia yang Belajar Bahasa Jepang melalui Hunian

Berita Terbaru