Indonesia Naik Kelas: Tingkatkan Kapasitas Industri Nasional

- Editor

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemerintah menegaskan upaya mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat bertumpu pada satu kebijakan atau satu institusi semata. Penguatan kapasitas industri nasional, terutama melalui hilirisasi dan pembangunan kapabilitas sumber daya manusia, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Hal ini disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Naik Kelas karya Wakil Direktur Utama MIND ID Danny Amru Ichdan yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari unsur pemerintah, industri, dan akademisi.

“Dalam perjalanan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang berinklusif dan berkelanjutan, tidak ada satu lembaga atau kebijakan yang berjalan sendiri atau bekerja sendirian,” ujar Airlangga dalam sambutannya, Jumat (13/12/2025).

Menurut Airlangga, tanggung jawab menjadikan Indonesia sebagai negara maju melekat pada seluruh elemen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap masa depan ekonomi nasional. Salah satunya kontribusi pemikiran yang hadir melalui buku Indonesia Naik Kelas.

Baca Juga :  Dupoin Resmi Terdaftar di OJK, Pilihan Aman untuk Trading Forex

Airlangga menilai buku Indonesia Naik Kelas menjadi kontribusi pemikiran strategis di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Buku tersebut, lanjutnya, menawarkan refleksi dan gagasan konstruktif dalam menavigasi tantangan pembangunan industri nasional.

Salah satu poin penting yang disorot adalah kebijakan hilirisasi yang telah menjadi agenda utama pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Airlangga menyebut hilirisasi sebagai jalan bertahap agar Indonesia dapat meningkatkan posisi dalam rantai nilai global sesuai dengan kapabilitas industrinya.

“Salah satu refleksi yang saya dapati adalah hilirisasi yang sudah menjadi kebijakan pemerintah dan dicatat sebagai mas Dany sebagai salah satu peluncur agar Indonesia bisa naik kelas bertahap sesuai dengan kapabilitas industri,” ujarnya.

Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa pembangunan industri tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik. Penguatan kemampuan rekayasa dan engineering dalam negeri menjadi fondasi agar industrialisasi Indonesia memiliki daya saing jangka panjang.

Baca Juga :  Dampak Insiden di Perlintasan, KAI Daop 1 Jakarta Mohon Maaf atas Keterlambatan KA Mataram Relasi Solo Balapan – Pasar Senen di Wilayah Daop 6 Yogyakarta

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa industrialisasi yang berorientasi pada global supply chain harus tetap bersifat inklusif. “Industrialisasi juga tentunya mempunyai multiplier effect kepada desa, kota kecil, UMKM, terutama terhadap tempat di mana industri itu berada,” kata Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga mengapresiasi pengalaman dan pemahaman Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan terhadap ekosistem industri nasional dan rantai pasok global. Ia berharap buku Indonesia Naik Kelas dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor industri nasional.

Peluncuran buku Indonesia Naik Kelas menghadirkan diskusi lintas sektor mengenai strategi mempercepat transformasi ekonomi nasional. Buku ini sebagai ajakan kolektif untuk menjadikan hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan sumber daya manusia sebagai satu orkestrasi besar agar ekonomi Indonesia benar-benar naik kelas dan berdaulat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal

Berita Terbaru