Ekosistem Mobil Listrik Menguat, BRI Finance Siap Dukung Pembiayaan Ramah di Kantong

- Editor

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 16 Desember 2025 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group, menyambut positif langkah Pemerintah dalam memperluas insentif bagi produsen kendaraan listrik guna mempercepat pengembangan ekosistem mobil listrik nasional. Kebijakan ini dinilai menjadi katalis penting bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik sekaligus mendorong peningkatan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Insentif tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2024, yang mencakup pembebasan bea masuk dan PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk impor mobil listrik berbasis baterai, serta insentif PPnBM DTP bagi mobil listrik berbasis baterai yang diproduksi di dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kendaraan listrik sekaligus menarik investasi produsen otomotif global.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menilai insentif tersebut akan meningkatkan minat pasar terhadap kendaraan listrik dan berdampak positif pada pertumbuhan pembiayaan.“Dengan harga yang semakin kompetitif dan pilihan produk yang kian beragam, kami optimistis permintaan pembiayaan kendaraan listrik akan terus meningkat. Dukungan regulasi yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri ini secara berkelanjutan,” ujar Wahyudi.

Baca Juga :  6 Destinasi Wisata Dekat Stasiun Surabaya Pasar Turi yang Tak Boleh Dilewatkan, Langsung Jelajah Begitu Turun dari Kereta!

BRI Finance memproyeksikan prospek pembiayaan kendaraan listrik, khususnya Battery Electric Vehicle (BEV), akan semakin kuat pada tahun 2025. Kebijakan Pemerintah dinilai berpengaruh signifikan terhadap seluruh rantai nilai industri, mulai dari produksi dan penjualan hingga pembiayaan.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, adopsi kendaraan listrik di Indonesia juga terus menunjukkan tren positif. Keunggulan seperti emisi nol, tingkat kebisingan yang lebih rendah, serta biaya operasional yang lebih efisien menjadi faktor pendorong meningkatnya minat konsumen.

Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi pembiayaan kendaraan listrik melalui penyediaan skema yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance juga bersinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk memperluas jangkauan pembiayaan di berbagai segmen.

Baca Juga :  Dampak Tarif Trump: XRP dan Pasar Kripto Kembali Terguncang

Saat ini, BRI Finance menawarkan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan suku bunga kompetitif, antara lain promo bunga 0 persen per tahun untuk mobil baru, 0,66 persen per bulan untuk mobil bekas, serta 0,7 persen per bulan untuk sepeda motor, yang berlaku mulai 1 Mei 2025, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ke depan, kami akan terus memaksimalkan captive market dan berinovasi dalam menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan listrik yang relevan dengan dinamika pasar, guna mendorong pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas,” tutup Wahyudi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 07:00 WIB

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Berita Terbaru

Bisnis

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Senin, 2 Feb 2026 - 07:00 WIB