Mengikuti Tren atau Tetap Konsisten? Dilema Pemilik Usaha di Era Serba Cepat

- Editor

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjalankan usaha hari ini rasanya seperti berada di jalur cepat. Tren datang silih berganti, preferensi konsumen berubah, dan media sosial bisa mengangkat atau menjatuhkan bisnis dalam waktu singkat.

Di tengah situasi ini, banyak pemilik usaha bertanya tanya. Haruskah selalu ikut tren agar tetap relevan, atau justru fokus dan konsisten di satu jenis usaha yang sudah dikenal pelanggan?

Tidak ada jawaban tunggal. Setiap pilihan punya konsekuensi finansial dan operasional. Yang penting adalah memahami posisi usahamu dan bagaimana mengambil keputusan secara sadar, termasuk dalam hal sistem pembayaran yang kamu gunakan.

Kenapa Tren Terlihat Menggiurkan untuk Pebisnis

Tren sering kali identik dengan peluang cepat. Saat suatu produk viral, permintaan bisa melonjak drastis. Banyak usaha makanan, fashion, hingga jasa tumbuh pesat karena mampu menangkap momen yang tepat.

Bagi pemilik usaha, tren memberi efek eksposur. Konsumen baru datang karena rasa penasaran. Arus kas bisa meningkat dalam waktu singkat. Untuk usaha yang masih berkembang, tren kadang menjadi pintu masuk untuk dikenal lebih luas.

Namun, tren juga datang dengan ritme cepat. Saat euforianya turun, permintaan bisa ikut merosot. Jika tidak dikelola hati hati, biaya produksi dan operasional yang terlanjur naik bisa menjadi beban.

Risiko Terlalu Sering Mengikuti Tren

Mengikuti tren membutuhkan adaptasi terus menerus. Mulai dari bahan baku, peralatan, hingga cara promosi. Semua itu membutuhkan modal dan energi.

Ada pemilik usaha yang akhirnya kelelahan karena terlalu sering berganti arah. Hari ini jual minuman kekinian, besok ganti menu, minggu depan ubah konsep lagi. Konsumen pun bisa bingung dengan identitas brand.

Baca Juga :  Chatbot AI Barantum: Bukan Hanya Balas Cepat, Tapi Juga Paham Kebutuhan

Dari sisi keuangan, perubahan cepat juga berisiko mengganggu arus kas. Pengeluaran untuk eksperimen sering kali lebih besar dari yang terlihat di awal. Tanpa pencatatan rapi, keuntungan dari tren bisa terasa semu.

Kekuatan Konsistensi dalam Bisnis

Di sisi lain, konsistensi membangun kepercayaan. Usaha yang fokus di satu jenis produk atau layanan biasanya punya pelanggan setia. Mereka datang karena kualitas yang stabil dan pengalaman yang bisa diprediksi.

Konsistensi memudahkan pengelolaan biaya. Kamu lebih paham siklus usaha, kebutuhan stok, dan pola penjualan. Margin keuntungan pun cenderung lebih terkontrol.

Banyak bisnis bertahan lama bukan karena selalu mengikuti tren, tetapi karena konsisten menyelesaikan masalah pelanggan dengan baik.

Saat Konsistensi Perlu Diperbarui

Meski begitu, konsisten bukan berarti menutup mata dari perubahan. Konsistensi yang sehat tetap memberi ruang untuk penyesuaian kecil. Bukan mengganti inti bisnis, melainkan memperbarui cara melayani konsumen.

Peran Sistem Pembayaran di Tengah Tren dan Konsistensi

Apa pun pilihan strategimu, satu hal yang hampir selalu relevan adalah kemudahan transaksi. Konsumen kini terbiasa dengan pembayaran digital. QRIS menjadi standar yang memudahkan siapa pun untuk membayar tanpa membawa uang tunai.

Bagi usaha yang mengikuti tren, QRIS membantu melayani lonjakan transaksi dengan cepat. Antrian lebih singkat, pembayaran tercatat otomatis, dan kamu tidak perlu repot menyiapkan kembalian.

Bagi usaha yang konsisten, QRIS meningkatkan kenyamanan pelanggan setia. Mereka bisa membayar dengan metode apa pun yang mereka miliki, dari dompet digital hingga mobile banking.

Baca Juga :  BINUS University Lepas 24 Atlet untuk Berlaga di POMNAS XIX 2025

Saatnya Memanfaatkan Rekening Usaha dan QRIS Neo Bisnis

Di tengah pilihan antara mengikuti tren atau menjaga konsistensi, sistem keuangan yang rapi memberi kamu kendali. Membuka rekening usaha dan menggunakan QRIS Neo Bisnis di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi langkah praktis untuk mendukung operasional harian.

Transaksi tercatat otomatis, pembayaran lebih fleksibel, dan pengelolaan keuangan terasa lebih sederhana. Dengan ini, kamu bisa lebih percaya diri mengambil keputusan bisnis, baik saat ingin mencoba peluang baru maupun saat memilih bertahan pada kekuatan utama usahamu.

Cara bikin QRIS di neobank pun mudah. Aktifkan rekening Neo Bisnis dengan geser dari akun personal ke akun bisnis, isi data, lalu aktivasi QRIS Neo Bisnis. Nikmati pencairan uang usaha 3x* sehari termasuk akhir pekan dan tanggal merah, transfer antarbank 90x, dan bunga kompetitif. 

Dengan aktif menggunakan Neo Bisnis, kamu bisa punya kesempatan mengajukan pinjaman usaha kecil atau pinjaman cepat untuk modal usaha dari neobank.

Jangan lupa buat Nomor Induk Bisnis (NIB) yang bikin usahamu legal, profesional, dan lebih dipercaya pelanggan. Yuk, buka rekening bank untuk usaha kecil di Neo Bisnis sekarang. 

Klik link Neo Bisnis untuk info lengkap dan terbaru mengenai Neo Bisnis.

Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store dan sekarang.  

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Berita Terbaru