Haruskah Kita Memasang Target Tabungan Sesuai Usia?

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembahasan soal tabungan sering datang dengan angka kaku. Usia sekian harus punya sekian. Usia segini dianggap tertinggal kalau belum mencapai target tertentu. Pola pikir seperti ini mudah memicu rasa cemas, padahal kondisi hidup setiap orang sangat berbeda.

Pendekatan yang lebih adil melihat tabungan sebagai kebiasaan, bukan perlombaan. Tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Penghasilan, tanggung jawab keluarga, dan kondisi hidup memberi pengaruh besar pada kemampuan menabung. Punya tabungan di usia berapa pun, dengan cara yang sesuai kondisi masing masing.

Usia Muda dan Proses Belajar Mengelola Uang

Di usia awal dewasa, tabungan masih tipis. Penghasilan baru dimulai, kebutuhan belajar mandiri cukup besar, dan adaptasi hidup masih berjalan. Di fase ini, tabungan berfungsi sebagai latihan.

Menyisihkan sedikit uang secara rutin sudah menjadi pencapaian. Fokusnya bukan pada jumlah, melainkan konsistensi. Kebiasaan ini membantu kamu mengenal pola keuangan sendiri dan belajar mengatur prioritas.

Saat tabungan mulai terbentuk, rasa aman ikut tumbuh. Bukan karena nominalnya besar, tapi karena kamu tahu sedang membangun fondasi.

Usia Produktif dan Kebutuhan yang Meningkat

Memasuki usia produktif, tanggung jawab biasanya bertambah. Kebutuhan hidup meningkat, rencana jangka menengah mulai disusun, dan tekanan sosial sering ikut datang. Di fase ini, tabungan sering diuji.

Ada bulan di mana tabungan bertambah, ada juga bulan di mana harus digunakan. Hal ini wajar. Tabungan berperan sebagai penyangga, bukan angka yang harus terus naik tanpa henti.

Yang penting adalah tetap memberi ruang untuk menabung, meski tidak selalu dalam jumlah yang sama. Fleksibilitas membantu kamu bertahan tanpa merasa bersalah.

Baca Juga :  Payroll Indonesia dan Tantangan Kepatuhan Investor

Usia Matang dan Kebutuhan Akan Stabilitas

Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai mencari kestabilan. Tabungan dipandang sebagai alat untuk menjaga ketenangan hidup. Kebutuhan mungkin tidak sebanyak dulu, tapi tanggung jawab tetap ada.

Tabungan di fase ini membantu menghadapi perubahan dengan lebih tenang. Bisa untuk kesehatan, keluarga, atau rencana masa depan yang ingin dijalani tanpa tekanan.

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kebiasaan menabung. Setiap langkah kecil tetap memberi dampak.

Mengapa Target Angka Sering Tidak Adil

Target tabungan berbasis usia sering mengabaikan konteks. Dua orang dengan usia sama bisa punya kondisi finansial yang sangat berbeda. Membandingkan angka justru sering memicu rasa gagal yang tidak perlu.

Pendekatan yang lebih sehat melihat tabungan sebagai alat bantu hidup. Selama tabungan berfungsi untuk memberi rasa aman dan fleksibilitas, nilainya sudah sesuai tujuan.

Menyusun Target Tabungan Versi Pribadi

Target tabungan sebaiknya disusun berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Pertanyaan yang bisa diajukan sederhana. Untuk apa tabungan ini disiapkan. Kapan kemungkinan digunakan. Seberapa sering bisa diisi.

Dengan menjawab pertanyaan ini, target terasa lebih hidup dan relevan. Tabungan bukan lagi angka abstrak, tapi bagian dari rencana hidup yang nyata.

Menabung di Tengah Dinamika Hidup

Hidup jarang berjalan lurus. Ada masa stabil, ada masa penuh kejutan. Tabungan hadir untuk membantu kamu melewati dinamika ini. Di bulan tertentu, menabung terasa ringan. Di bulan lain, bertahan saja sudah cukup. Keduanya sah dan manusiawi. 

Baca Juga :  Brand Kecantikan dan Kesehatan Asal Jepang seperti MINON dan TRANSINO Menarik Perhatian di Indonesia

Selain itu, menabung sering dianggap kewajiban finansial. Padahal, ia juga bentuk menghargai diri sendiri. Kamu memberi perlindungan pada versi dirimu di masa depan.

Sekecil apapun jumlahnya, tabungan menunjukkan bahwa kamu peduli pada keberlanjutan hidupmu sendiri. Sikap ini mencerminkan kedewasaan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Menghindari Perbandingan yang Melelahkan

Media sosial sering menampilkan pencapaian finansial dalam bentuk angka besar. Tanpa sadar, ini memicu perbandingan yang melelahkan.

Mengembalikan fokus ke kondisi sendiri membantu kamu lebih tenang. Tabunganmu tidak harus terlihat mengesankan di mata orang lain. Namun, bekerja untuk kebutuhanmu.

Tabungan di neobank sebagai Opsi Praktis

Mengelola tabungan kini semakin mudah dengan layanan perbankan digital. Tabungan di neobank dari Bank Neo Commerce memberi kemudahan untuk menyisihkan dana secara rutin dan memantau saldo kapan saja.

Tabungan NOW di neobank merupakan tabungan tanpa biaya admin dengan bunga kompetitif. Bunga cair harian sesuai ketentuan yang berlaku. Tabungan digital ini bisa membantu kamu mulai menabung secara konsisten. 

Disclaimer: Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank  di PlayStore atau App Store.  Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru