Satu Pekerjaan di Era Serba Hustle, Masih Masuk Akal atau Sudah Ketinggalan Zaman?

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di media sosial, narasi bekerja terdengar seragam. Banyak orang terlihat punya lebih dari satu sumber penghasilan. Pagi kerja kantoran, malam freelance, akhir pekan buka usaha kecil. Istilah side hustle terdengar akrab dan seolah menjadi standar baru. 

Di tengah arus ini, wajar jika muncul pertanyaan, apakah tidak apa apa hanya punya satu pekerjaan di era sekarang? Apakah kita perlu cari uang tambahan? 

Pertanyaan ini tidak sederhana bagaimana cara dapat uang tambahan karena menyentuh banyak aspek hidup. Keuangan, kesehatan mental, waktu, dan tujuan hidup ikut terlibat. Jawabannya juga tidak hitam putih. 

Kenapa Banyak Orang Punya Lebih dari Satu Pekerjaan

Alasan paling umum tentu soal penghasilan. Biaya hidup meningkat, kebutuhan bertambah, dan satu gaji kadang terasa pas pasan. Pekerjaan tambahan dianggap sebagai cara memperluas ruang gerak finansial.

Selain itu, ada dorongan aktualisasi diri. Banyak orang menjalani pekerjaan utama sambil mengembangkan minat lain. Ada yang menulis, berjualan, atau membangun brand pribadi. Di titik ini, pekerjaan tambahan bukan semata soal uang, tapi juga kepuasan.

Realita Memiliki Satu Pekerjaan Penuh Waktu

Memiliki satu pekerjaan penuh waktu masih menjadi pilihan yang valid. Tidak semua orang berada di fase atau kondisi yang memungkinkan untuk membagi fokus. Pekerjaan utama sering sudah menyita energi, waktu, dan tanggung jawab.

Ada pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi dan jam kerja panjang. Dalam situasi ini, memaksakan pekerjaan tambahan justru bisa berdampak buruk. Kelelahan kronis, stres, dan menurunnya kualitas hidup sering muncul tanpa disadari.

Baca Juga :  Memahami Proses Pembuatan Tanda Tangan Digital yang Sah: Dari Pendaftaran hingga Verifikasi

Stabilitas Juga Punya Nilai

Satu pekerjaan dengan penghasilan stabil, jenjang karier jelas, dan lingkungan kerja yang sehat memberi rasa aman. Stabilitas ini sering memberi ruang untuk merencanakan hidup dengan lebih tenang.

Kamu bisa fokus mengembangkan keahlian, meningkatkan performa, dan membangun reputasi profesional. Dalam jangka panjang, satu pekerjaan yang dikelola dengan serius bisa membuka peluang lebih besar dibanding banyak pekerjaan yang dijalani setengah setengah.

Kapan Satu Pekerjaan Sudah Cukup

Satu pekerjaan bisa dianggap cukup jika kebutuhan dasar terpenuhi, keuangan terkelola, dan hidup terasa seimbang. Jika kamu masih bisa menabung, punya waktu istirahat, dan merasa berkembang, itu tanda kondisi sedang sehat.

Pekerjaan tidak harus banyak untuk disebut berhasil. Yang lebih penting adalah keberlanjutan. Hidup yang bisa dijalani dalam jangka panjang tanpa mengorbankan kesehatan punya nilai yang besar.

Kapan Pekerjaan Tambahan Mulai Relevan

Ada juga fase di mana pekerjaan tambahan terasa relevan. Misalnya saat kamu ingin mengejar target keuangan tertentu, membangun usaha, atau mengembangkan minat yang berpotensi menjadi sumber penghasilan.

Kuncinya ada pada perencanaan. Pekerjaan tambahan sebaiknya punya tujuan jelas dan batas yang sehat. Tanpa itu, beban justru bisa menumpuk. Pilihan ini tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari satu pekerjaan. Ia hanya berbeda sesuai fase hidup.

Mengelola Keuangan Tetap Jadi Kunci

Apapun pilihanmu, pengelolaan keuangan tetap memegang peran utama. Satu pekerjaan dengan pengelolaan keuangan yang baik sering lebih kuat dibanding banyak pekerjaan tanpa kontrol yang jelas.

Baca Juga :  Wujudkan Indonesia Bersih, Kementerian PU Terus Dorong Pengembangan Infrastruktur Sanitasi dan Pengolahan Sampah di Indonesia

Memisahkan keuangan pribadi dan aktivitas tambahan membantu kamu melihat kondisi dengan lebih objektif. Di sinilah alat keuangan yang tepat menjadi relevan.

Peran Neo Bisnis di neobank untuk Aktivitas Transaksi

Bagi kamu yang menjalani satu pekerjaan utama namun punya aktivitas sampingan kecil, atau bahkan hanya ingin mengelola keuangan dengan lebih rapi, Neo Bisnis di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi opsi praktis.

Neo Bisnis membantu kamu melakukan transaksi dengan lebih terstruktur. Pemasukan dan pengeluaran bisa dipantau secara terpisah, sehingga arus keuangan terasa lebih jelas. Proses transaksi yang digital dan praktis memudahkan pengelolaan tanpa menambah beban.

Nikmati juga kemudahan layanan QRIS neobank untuk transaksi usaha. Cara bikin QRIS di neobank pun mudah. Aktifkan rekening Neo Bisnis dengan geser dari akun personal ke akun bisnis, isi data, lalu aktivasi QRIS Neo Bisnis. Nikmati pencairan uang usaha 3x sehari termasuk akhir pekan dan tanggal merah sebelum jam14.00 WIB, transfer antarbank 90x, dan bunga kompetitif. 

Klik link Neo Bisnis untuk info lengkap dan terbaru mengenai Neo Bisnis.

Jika ingin mempelajari fitur Neo Bisnis dan QRIS yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store dan sekarang.  

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 07:00 WIB

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Berita Terbaru

Bisnis

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Senin, 2 Feb 2026 - 07:00 WIB