Abrasi Ancam Makassar, LindungiHutan Ajak Publik Berdonasi Pohon untuk Rehabilitasi Pesisir Untia

- Editor

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, 10 Oktober 2025 — Terinspirasi dari semangat sedekah subuh yang menanamkan nilai kebaikan setiap hari, LindungiHutan mengajak masyarakat untuk berbuat baik bagi Bumi melalui Sedekah Pohon, sebuah gerakan donasi penanaman pohon yang mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kampanye ini mengundang siapa saja untuk turut serta menanam kebaikan yang akan terus tumbuh, tidak hanya untuk manusia, tetapi juga bagi seluruh ekosistem di Bumi.

Melalui program Sedekah Pohon, LindungiHutan memberikan solusi bagi individu, brand, maupun perusahaan yang ingin berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dengan cara yang berdampak nyata. Sejak diluncurkan pada tahun 2019, inisiatif ini telah menanam lebih dari 1,1 juta pohon, didukung oleh 62.300 pendukung dan 636 mitra hijau dari berbagai sektor. Hingga kini, tercatat lebih dari 2.300 kampanye alam telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu lokasi terbaru Sedekah Pohon berada di Pesisir Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Wilayah pesisir ini menghadapi ancaman serius akibat abrasi dan eksploitasi lahan menjadi tambak. Jika dibiarkan, diperkirakan ketinggian air laut di wilayah tersebut dapat meningkat hingga 122 cm pada tahun 2100, mengancam ekosistem pesisir dan permukiman warga.

Baca Juga :  Peluncuran Buku "Kitab Kramat Digital Marketing"

Untuk menjawab tantangan ini, LindungiHutan bersama masyarakat lokal menanam mangrove Rhizophora, jenis pohon yang dikenal memiliki akar kuat untuk menahan ombak dan mencegah erosi. Hingga saat ini, telah terkumpul 231 pohon dari target 500 pohon, dengan batas donasi dan pelaksanaan penanaman hingga 31 Desember 2025. Melalui partisipasi ini, masyarakat turut berperan dalam menjaga pesisir Makassar agar tetap lestari dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Selain manfaat ekologis seperti penyerapan karbon hingga 22 kg CO₂ per pohon per tahun, Sedekah Pohon juga membawa dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Program ini membuka peluang kerja bagi warga lokal dalam kegiatan penanaman dan perawatan pohon, serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan dan aksi bersama. Pohon-pohon yang ditanam pun berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, perlindungan sumber air, dan keseimbangan biodiversitas pesisir.

“Kami di LindungiHutan percaya bahwa kebaikan tidak selalu harus besar. Kebaikan bisa dilakukan dengan sedekah satu pohon yang akan ditanam di berbagai wilayah Indonesia, tapi manfaatnya bisa dirasakan siapa saja. Itulah semangat di balik Sedekah Pohon, amal jariyah hijau yang akan terus mengalir sebagai kebaikan. Kami ingin mengajak masyarakat menjadikan cinta pada lingkungan sebagai wujud syukur dan ibadah,” ujar Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan.

Baca Juga :  Kapan Waktu Terbaik untuk Beli Bitcoin? Ini Jawabannya!

Dengan sistem pelaporan yang transparan, setiap donatur akan mendapatkan dokumentasi lengkap berisi lokasi, jumlah pohon yang ditanam, serta hasil pemantauan pasca-penanaman. Melalui platform digital LindungiHutan, publik dapat memantau perkembangan program secara langsung dan memastikan setiap kontribusi memberi dampak nyata.

Program Sedekah Pohon di Makassar menjadi simbol sinergi antara kepedulian sosial, spiritual, dan ekologis. Dengan berdonasi sebesar Rp30.000 per pohon, masyarakat sudah berpartisipasi dalam menjaga pesisir Untia dan memperkuat ketahanan ekosistem laut Indonesia.

Mari menanam kebaikan hari ini. Setiap pohon adalah sedekah kehidupan bagi bumi dan generasi mendatang. Ayo ikut berkontribusi melalui tautan https://lindungihutan.com/sedekahpohonmakassar

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Berita Terbaru