Bitcoin Naik Tajam Mendekati USD $107.000, Dekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

- Editor

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senin (19/5/2025), harga Bitcoin (BTC) sempat menunjukkan lonjakan signifikan dengan diperdagangkan di atas level USD $106.000. Kenaikan ini menandai momen penting karena nilai tersebut sangat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah dicapai Bitcoin, yaitu sebesar USD $108.786 pada Januari lalu. Lonjakan ini memicu antusiasme di kalangan pelaku pasar, yang menilai momentum tersebut sebagai sinyal bahwa BTC memiliki potensi untuk menembus rekor barunya dalam waktu dekat.

Pergerakan harga bitcoin bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest, lengkap dan aman untuk kamu para investor!

Namun, setelah menyentuh titik tertinggi harian tersebut, pergerakan harga Bitcoin justru berbalik arah. Alih-alih melanjutkan reli, BTC mulai mengalami tekanan jual yang menyebabkan harganya menurun kembali. Kondisi ini membuat pasar kembali waspada, karena fluktuasi tajam seperti ini mencerminkan tingginya volatilitas yang masih membayangi pasar kripto. Para analis memperkirakan pergerakan ini bisa disebabkan oleh aksi ambil untung jangka pendek, serta faktor eksternal yang memengaruhi sentimen investor secara global

Sedikit lagi bagi Bitcoin untuk mencetak rekor tertinggi sepanjang masa hanya kurang sekitar 2% dari puncak harga sebelumnya. Kenaikan tajam ini memberikan dorongan besar bagi para investor, yang kembali menunjukkan optimisme terhadap pasar aset digital. Lonjakan harga ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa minat terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya kembali menguat, seiring dengan meningkatnya arus modal yang masuk ke pasar.

Baca Juga :  Naik Kereta, Jelajahi Pesona Batang: Ragam Destinasi Dekat Stasiun Batang yang Kian Diminati

Salah satu faktor pendorong utama di balik euforia ini adalah kabar membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Stabilitas geopolitik ini turut menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi aset berisiko seperti kripto. Selain itu, semakin banyak institusi keuangan besar mulai masuk ke pasar aset digital, yang memberikan validasi lebih lanjut terhadap legitimasi dan prospek jangka panjang kripto sebagai kelas aset. Kombinasi dari faktor makroekonomi dan sentimen positif ini menjadikan momentum saat ini sangat menarik bagi investor, baik ritel maupun institusional.

Setelah sempat menyentuh level harga di atas USD $106.000, Bitcoin (BTC) mengalami koreksi dan turun kembali ke kisaran USD $104.000. Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar kripto masih tinggi dan kestabilan harga belum sepenuhnya tercapai. Fluktuasi tajam seperti ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian, baik dari faktor teknikal maupun fundamental. Meskipun tren jangka menengah terlihat positif, tekanan jual jangka pendek dan aksi ambil untung dari para trader turut memengaruhi pergerakan harga Bitcoin secara signifikan.

Meski begitu, sejumlah analis tetap menunjukkan pandangan yang optimis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Mereka menilai koreksi seperti ini sebagai bagian dari fase konsolidasi yang sehat sebelum potensi kenaikan lebih lanjut. Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa Bitcoin tidak hanya akan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) dalam waktu dekat, tetapi juga memiliki peluang untuk mencetak rekor baru yang jauh lebih tinggi.

Baca Juga :  Daop 2 Bandung Siapkan 102 ribu Tempat Duduk KA Jarak Jauh Pada Masa Libur Panjang Maulid Nabi

Salah satu prediksi yang paling mencuri perhatian datang dari kalangan analis institusional yang menyebutkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai USD $200.000 pada akhir tahun ini. Proyeksi ambisius tersebut didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk meningkatnya permintaan dari investor institusi, penurunan pasokan akibat halving yang baru-baru ini terjadi, serta semakin kuatnya narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Jika momentum positif ini terus terjaga, bukan tidak mungkin target tersebut bisa menjadi kenyataan.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru