Dukung POJK 19/2025, BRI Finance Siapkan Skema Pembiayaan Inklusif bagi UMKM

- Editor

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 September 2025 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group, menegaskan komitmennya untuk memperkuat akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini sejalan dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM, yang menjadi tonggak penting dalam mendorong pembiayaan inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan bahwa kebijakan baru OJK ini sejalan dengan arah besar BRI Group dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Aturan ini tentunya memberi ruang lebih luas bagi lembaga keuangan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses sekaligus berkelanjutan. BRI Finance dalam hal ini berkomitmen menjadi mitra strategis bagi UMKM agar semakin berdaya saing, produktif, dan resilient menghadapi dinamika ekonomi,” ujarnya.

Visi BRI Group dalam memperkuat ekosistem UMKM sendiri telah dijalankan melalui berbagai pendekatan komprehensif diantaranya peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, literasi keuangan, perluasan pasar internasional, hingga penguatan desa sebagai pilar ekonomi nasional. Program-program seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, LinkUMKM, AgenBRILink, dan ajang BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR menjadi contoh nyata bagaimana BRI mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga :  Siloam Hospitals TB Simatupang Capai Keberhasilan Baru di bidang Kardiologi dan Neurologi.

Wahyudi menambahkan, “Dengan dukungan jaringan ekosistem yang sudah terbangun, BRI Finance dapat menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.”

Lebih jauh, ia menekankan bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola risiko. “Kami melihat potensi besar dalam pemanfaatan teknologi, data alternatif, dan integrasi ekosistem digital. Namun, prinsip kehati-hatian tetap menjadi fondasi. Dengan kombinasi keduanya, BRI Finance optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus menjaga kualitas portofolio secara konsisten,” tutur Wahyudi.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan langkah konkret perusahaan dalam penilaian kelayakan kredit. “Tidak hanya mengandalkan rekam jejak formal, kami juga melihat riwayat transaksi usaha, arus kas, hingga Profil Risiko Keuangan (PKA). Dengan pendekatan ini, pelaku UMKM yang belum tercatat di sistem perbankan tetap bisa dinilai secara adil, tentunya dengan tetap menjaga prinsip manajemen risiko,” katanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Liar di Bekasi Jawa Barat

Sebagai tindak lanjut, BRI Finance tengah menyiapkan skema pembiayaan khusus UMKM yang lebih sederhana, fleksibel, dan terjangkau, agar sesuai dengan karakteristik usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Selain menyesuaikan diri dengan arah kebijakan OJK, BRI Finance juga terus meluncurkan produk inovatif. Sejak 1 Mei 2025, perusahaan memperkenalkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan bunga kompetitif yakni 0% per tahun untuk mobil baru, 0,66% per bulan untuk mobil bekas, dan 0,7% per bulan untuk sepeda motor. Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman resmi: bbri.id/kkbbri 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal
Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:01 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terbaru