Ini Perbedaan e-Meterai Resmi dan Materai Elektronik Tidak Sah

- Editor

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EzSign menjelaskan cara membedakan e-Meterai resmi dari yang palsu agar masyarakat terhindar dari penipuan dokumen digital. Layanan ini membantu pengguna memastikan setiap transaksi online tetap sah dan terlindungi secara hukum.

Sidoarjo, 10 Juli 2025 — Seiring meningkatnya penggunaan dokumen digital dalam transaksi bisnis, hukum, dan administrasi, kebutuhan akan e-Meterai resmi pun kian tinggi. Namun, maraknya peredaran materai elektronik tidak sah di dunia maya menjadi tantangan tersendiri. Tanpa disadari, banyak masyarakat dan pelaku usaha yang masih tertipu menggunakan e-meterai palsu atau tidak terdaftar secara hukum.

Melalui siaran ini, ezSign, penyedia layanan e-Meterai dan tanda tangan digital terpercaya di Indonesia, menjelaskan perbedaan mendasar antara e-meterai yang resmi dan yang tidak sah, serta bagaimana masyarakat bisa melindungi diri dari penyalahgunaan dokumen digital.

Apa Itu e-Meterai Resmi?

e-Meterai resmi adalah meterai dalam bentuk digital yang dikeluarkan oleh Perum Peruri sebagai satu-satunya lembaga yang ditunjuk pemerintah Indonesia untuk mencetak dan menerbitkan meterai, baik fisik maupun elektronik. Penggunaan e-meterai ini diatur dalam UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai serta PMK No. 134/PMK.03/2021.

Dengan nilai nominal sebesar Rp10.000, e-meterai resmi memiliki kekuatan hukum yang setara dengan meterai fisik dan digunakan untuk pengesahan dokumen elektronik seperti kontrak kerja, surat perjanjian, dokumen perpajakan, dan sebagainya.

Perbedaan e-Meterai Resmi dan Tidak Sah

Untuk menghindari kesalahan dan kerugian di kemudian hari, penting bagi pengguna untuk memahami perbedaan antara e-Meterai resmi dan versi ilegal atau palsu. Dari segi penerbit, e-meterai resmi hanya dikeluarkan oleh Peruri dan tersedia melalui platform resmi seperti ezSign, sedangkan materai elektronik tidak sah biasanya berasal dari sumber yang tidak jelas atau tidak terdaftar secara legal.

Baca Juga :  Bittime Resmi Listing AWE Network (AWE) dan Koma Inu (KOMA), Perluas Pilihan Aset Kripto

E-meterai resmi memiliki nomor seri dan QR Code unik yang dapat divalidasi, sementara versi tidak sah umumnya hanya berupa gambar tanpa fungsi verifikasi. Dalam hal legalitas, e-meterai resmi diatur melalui undang-undang dan peraturan menteri keuangan, serta dapat digunakan dalam proses hukum. 

Sebaliknya, materai tidak sah tidak memiliki dasar hukum dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Untuk sistem verifikasi, e-meterai resmi sudah terintegrasi dengan sertifikat elektronik dan database Peruri, sedangkan versi palsu tidak dapat diverifikasi keasliannya. Selain itu, e-meterai resmi juga bisa digunakan bersamaan dengan tanda tangan digital yang sah, sementara e-meterai tidak sah tidak kompatibel secara hukum maupun teknis dalam sistem dokumen digital resmi.

Kenapa Harus Gunakan ezSign?

Sebagai salah satu mitra resmi Peruri, ezSign memastikan bahwa setiap e-meterai yang tersedia di platformnya adalah e-Meterai resmi dengan validasi hukum dan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada beberapa alasan mengapa ezSign menjadi pilihan utama masyarakat dan pelaku usaha. Pertama, legal dan aman, karena ezSign telah terdaftar sebagai platform penyedia e-meterai bersertifikat resmi oleh Peruri. Kedua, platform ini sudah terintegrasi dengan sertifikat elektronik, sehingga seluruh transaksi dilindungi secara hukum dan menjamin keaslian dokumen.

Baca Juga :  KA Wisata Baru Klinthing Hadirkan Pengalaman Klasik Setiap Bulan, KAI Perkuat Daya Tarik Heritage Tourism di Ambarawa

Selain itu, ezSign juga bisa digunakan bersama tanda tangan digital, memungkinkan pengguna untuk menandatangani dan membubuhkan meterai dalam satu proses yang efisien. Terakhir, ezSign memberikan akses mudah dan fleksibel 24/7 melalui platform berbasis web, sehingga pengguna dapat mengelola dokumen digital kapan saja dan dari mana saja dengan aman dan nyaman.

Cara Memastikan Keaslian e-Meterai

Berikut tips dari ezSign untuk memastikan bahwa e-meterai yang Anda gunakan adalah resmi dan sah:

• Cek nomor seri dan QR Code pada e-meterai.

• Lakukan validasi melalui platform resmi seperti ezSign.

• Hindari membeli e-meterai dari pihak yang tidak memiliki izin.

• Gunakan platform yang memiliki sertifikasi digital resmi, seperti ezSign.

Risiko Menggunakan e-Meterai Tidak Sah

Penggunaan e-meterai ilegal bukan hanya membatalkan keabsahan dokumen, tetapi juga berisiko menghadapi sanksi hukum, terutama bila digunakan dalam perjanjian bisnis bernilai besar atau dokumen yang melibatkan negara. Oleh karena itu, penting untuk selalu memastikan legalitas meterai yang digunakan.

Gunakan ezSign, Pilih E-Meterai Resmi dan Tanda Tangan Digital yang Sah

Dokumen Anda berhak mendapatkan perlindungan hukum terbaik. Pastikan Anda hanya menggunakan e-Meterai resmi dari penyedia terpercaya seperti ezSign, yang juga menyediakan layanan tanda tangan digital dan sertifikat elektronik untuk mendukung keabsahan dokumen secara menyeluruh.

Hubungi kami sekarang dan pastikan dokumen penting Anda hanya menggunakan e-Meterai yang sah dan terverifikasi bersama ezSign.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru