Jelang Natal, Pangkogabwilhan III Hadiri Tradisi Bakar Batu di Tanah Papua

- Editor

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkogabwilhan III Bambang Trisnohadi memastikan situasi keamanan di Papua tetap aman dan kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, tercermin dari kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Hal itu ditunjukkan melalui kehadirannya dalam tradisi bakar batu bersama warga Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.

Jakarta — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Bambang Trisnohadi memastikan kondisi keamanan di Papua berada dalam situasi aman dan kondusif. Hal tersebut tercermin dari kehidupan sosial masyarakat yang berjalan harmonis, salah satunya melalui pelaksanaan tradisi bakar batu di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, dirinya menghadiri undangan masyarakat Distrik Hitadipa dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan dan keharmonisan antara aparat negara dan masyarakat setempat.

“Hari ini saya menghadiri undangan tradisi bakar batu dari saudara-saudara kita di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dalam rangka menyambut Natal 2025,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga :  BRI Branch Office Kalimalang Region 6/Jakarta 1 Salurkan CSR Pengadaan Komputer untuk Tiga Sekolah di Jakarta Timur

Menurut Bambang, suasana hangat dan penuh kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Kepala Distrik Hitadipa Sulaeman Bilambani, para tokoh agama dan adat, serta ratusan warga setempat semakin memperkuat nilai kebersamaan dalam acara tersebut.

Ia menjelaskan, tradisi bakar batu memiliki filosofi luhur yang merefleksikan karakter masyarakat pegunungan Papua yang sederhana, tulus, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Batu yang dibakar melambangkan kehangatan hati dan semangat berbagi, sementara makanan yang dimasak dan disantap bersama menjadi simbol persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Setiap batu panas yang ditata, daun pisang yang disusun, hingga makanan yang dibagikan mengandung pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Dalam kebersamaan dan saling berbagi, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanyalah persaudaraan, satu tanah, satu semangat, semangat persatuan dan cinta NKRI,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan BSI Tower Jakarta Garapan PTPP Menjadi Ikon Arsitektur Islami di Jakarta

Usai doa bersama yang dipimpin pemuka agama, Pendeta Yonathan Sani, Pangkogabwilhan III bersama jajaran pejabat utama Kogabwilhan III menyerahkan bantuan paket sembako kepada ratusan warga Distrik Hitadipa. Selain itu, juga digelar pelayanan kesehatan gratis serta pembagian bingkisan berupa camilan dan mainan bagi anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menyaksikan proses pembongkaran liang masak bakar batu sebelum makan bersama warga. Untuk kegiatan itu, masyarakat menyiapkan tujuh ekor babi, 200 ekor ayam, serta masing-masing delapan karung umbi-umbian dan sayuran.

Bambang menegaskan, tradisi bakar batu bukan sekadar warisan budaya, melainkan pelajaran hidup tentang rasa syukur, saling menghargai, serta menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam.

“Tradisi ini adalah warisan yang tidak akan pernah pudar, sehangat batu yang menyinari cinta di setiap hati saudara-saudara kita di Papua,” pungkasnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal

Berita Terbaru