KAI Andalkan Teknologi Automatic Train Wash Plant (ATWP) untuk Jaga Kebersihan dan Dukung Operasional LRT Jabodebek yang Ramah Lingkungan

- Editor

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak hanya mengutamakan keamanan dan ketepatan operasional, KAI juga berkomitmen menjaga kebersihan dan kenyamanan penumpang melalui tampilan kereta yang selalu bersih dan terawat. Untuk itu, sejak mulai beroperasi, KAI mengandalkan Automatic Train Wash Plant (ATWP) — sistem pencucian kereta otomatis berteknologi tinggi yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan pada LRT Jabodebek.

Fasilitas ATWP beroperasi di Depo LRT Jabodebek pada jalur khusus yang dirancang agar setiap rangkaian kereta dapat dicuci secara otomatis dengan akurasi tinggi. Sistem ini dilengkapi sensor kecepatan yang akan memulai proses pencucian secara otomatis ketika kereta melaju dengan kecepatan di bawah 5 km/jam.

“KAI tidak hanya menerapkan teknologi otomatis dalam operasional perjalanan LRT Jabodebek, tetapi juga dalam proses perawatan sarana. Melalui sistem ATWP, kebersihan setiap rangkaian dapat dijaga secara konsisten, cepat, dan higienis,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Baca Juga :  India-Indonesia Investment Synergy Forum: Financing the Future

ATWP dirancang untuk meningkatkan efisiensi waktu pencucian, dengan total durasi hanya 2–3 menit per rangkaian. Sistem ini terdiri dari beberapa tahap: penyemprotan awal, penggunaan detergen, pencucian utama, dan pembilasan akhir. Seluruh proses terintegrasi dengan Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan pemantauan kondisi alat dan riwayat pencucian secara real-time.

Tak hanya efisien, fasilitas ATWP juga mendukung prinsip keberlanjutan melalui Water Treatment System, yaitu sistem pengolahan air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali. Air yang sudah digunakan akan disaring untuk memisahkan kotoran seperti tanah, pasir, oli, dan gemuk sebelum diolah kembali untuk proses berikutnya. Dengan cara ini, KAI berhasil mengurangi konsumsi air baru secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas pencucian.

“Selain teknologi otomatis, kami memastikan bahwa air yang digunakan pada tahap akhir adalah Demineralizing Water, yaitu air murni bebas mineral dan bahan kimia yang aman bagi lingkungan dan tidak menimbulkan kerak pada bodi kereta,” jelas Purnomosidi.

Baca Juga :  Coba Holiday Academy English 1, Program Seru untuk Asah Bahasa Inggris Anak Saat Liburan!

Demi menjamin keselamatan kerja, area ATWP juga dilengkapi sistem pengamanan dengan tombol darurat (emergency stop) di dalam dan luar area pencucian, serta sensor keamanan untuk memastikan tidak ada personel berada di sekitar jalur saat proses berlangsung.

“Melalui penerapan teknologi ini, kami memastikan kebersihan dan kesiapan sarana LRT Jabodebek selalu terjaga, sehingga penumpang dapat menikmati pengalaman perjalanan yang nyaman dan menyenangkan setiap hari. Inovasi ini juga menjadi bagian dari komitmen kami terhadap operasional hijau dan efisien,” tutup Purnomosidi.

Dengan pemanfaatan sistem ATWP, KAI terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik modern yang tidak hanya andal dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan berorientasi pada pelayanan prima.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru