Kebiasaan Belanja yang Membuat Pengeluaran Membengkak

- Editor

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belanja bulanan sering terasa aman karena sudah masuk agenda rutin. Ada daftar kebutuhan, ada anggaran, lalu selesai. Kenyataannya, banyak pengeluaran membengkak justru lahir dari momen ini. Bukan karena satu pembelian besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang terus berulang dan jarang disadari.

Saat harga kebutuhan naik dan pemasukan tidak selalu ikut menyesuaikan, kebiasaan belanja bulanan perlu dilihat dengan lebih jujur. Bagaimana caranya?

1. Terlalu percaya pada daftar belanja

Membuat daftar belanja adalah kebiasaan baik. Masalahnya muncul saat daftar itu tidak pernah dievaluasi. Banyak item masuk daftar karena sudah ada sejak bulan sebelumnya, bukan karena masih benar benar dibutuhkan.

Contohnya produk rumah tangga yang masih tersisa tapi tetap dibeli lagi karena merasa lebih aman stok penuh. Akibatnya, uang keluar lebih cepat sementara barang menumpuk di rumah. Daftar belanja seharusnya dinamis dan disesuaikan dengan kondisi nyata, bukan sekadar formalitas sebelum ke supermarket.

2. Efek psikologis promo dan diskon

Promo sering terlihat seperti peluang menghemat. Padahal, tidak semua diskon berarti pengeluaran jadi lebih efisien. Banyak orang membeli barang yang sebenarnya tidak masuk kebutuhan bulanan hanya karena label potongan harga.

Dalam jangka pendek terasa menyenangkan. Dalam jangka panjang, total belanja justru naik. Uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain habis untuk barang yang jarang terpakai. Menghadapi promo perlu logika sederhana. Tanya pada diri sendiri apakah barang ini akan dibeli jika tidak sedang diskon.

3. Belanja sekalian agar tidak bolak balik

Alasan ini terdengar masuk akal. Sekalian belanja banyak supaya tidak repot keluar rumah lagi. Sayangnya, strategi ini sering membuka pintu pengeluaran tambahan. Saat troli sudah penuh, batas antara kebutuhan dan keinginan jadi kabur.

Baca Juga :  BTC Kembali Panas: Gap Futures US$117K Tertutup, Sinyal Menuju Rekor Tertinggi!

Barang camilan ekstra, minuman tambahan, atau produk impulsif sering ikut masuk tanpa perencanaan. Belanja lebih sering dengan skala kecil justru bisa membantu menjaga kontrol, karena keputusan dibuat lebih sadar dan sesuai kebutuhan saat itu.

4. Tidak membagi anggaran berdasarkan kategori

Belanja bulanan sering digabung jadi satu angka besar. Padahal, tanpa pembagian kategori, sulit melihat bagian mana yang paling banyak menyedot dana. Pengeluaran dapur, kebutuhan anak, kebersihan rumah, dan kebutuhan pribadi seharusnya punya batas masing masing.

Dengan pembagian ini, kamu bisa langsung tahu area mana yang perlu disesuaikan saat total belanja mulai naik. Kejelasan kategori membuat keputusan lebih tenang dan terukur.

5. Mengabaikan pengeluaran kecil yang konsisten

Satu item tambahan seharga belasan ribu terasa sepele. Namun jika itu terjadi setiap minggu, dampaknya terasa di akhir bulan. Pengeluaran kecil yang konsisten sering luput dari perhatian karena tidak terasa berat di awal.

Kebiasaan ini paling sering muncul di belanja bulanan karena banyak item kecil terlihat tidak signifikan. Padahal, akumulasinya cukup besar untuk mengganggu keseimbangan keuangan rumah tangga.

Saat Kebutuhan Mendesak Datang di Luar Rencana

Meski sudah lebih rapi mengatur belanja, ada kondisi tertentu yang datang tiba tiba. Peralatan rumah rusak, biaya pendidikan tambahan, atau kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Situasi seperti ini sering membuat anggaran yang sudah disusun rapi bergeser dari rencana awal.

Baca Juga :  Carbon Offset Diuji Relevansinya, Ini Tanggapan Para Ahli

Dalam kondisi seperti ini, pinjaman cepat cair bisa dipertimbangkan sebagai opsi. Terutama ketika dana cadangan belum cukup, sementara kebutuhan harus segera ditangani. Kuncinya tetap sama, digunakan secara bijak dengan perhitungan yang matang.

Salah satu opsi pinjaman cepat cair yang tersedia saat ini adalah pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce. Sebagai pinjaman cepat cair, proses pencairan dilakukan mengikuti alur persetujuan dan ketentuan yang berlaku. 

Neo Pinjam, layanan pinjaman online di neobank dengan beberapa kelebihan utama, antara lain:

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pilihan tenor hingga 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% per hari sesuai hasil evaluasi kredit

Selain itu, pinjaman online cepat cair ini juga bebas biaya admin saat pencairan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan. Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah. Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang.

Jika ingin mempelajari opsi pinjaman yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank  di PlayStore atau App Store. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe
Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Siap Akomodasi Mobilitas Lebaran 2026, KAI–DJKA Pastikan Seluruh Layanan LRT Jabodebek Siap Operasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:01 WIB

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:00 WIB

Siap Akomodasi Mobilitas Lebaran 2026, KAI–DJKA Pastikan Seluruh Layanan LRT Jabodebek Siap Operasi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:00 WIB

OAKHOUSE Berpartisipasi dalam JAPAN EDUCATION FAIR 2026 untuk Mendukung Studi di Jepang bagi Orang Indonesia yang Belajar Bahasa Jepang melalui Hunian

Berita Terbaru