KOLTIVA Tunjuk Joe Keen Poon sebagai Executive Chairman, Tandai Babak Baru Kepemimpinan Global dalam Rantai Pasok Berkelanjutan

- Editor

Selasa, 1 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

– KOLTIVA resmi mengangkat Joe Keen Poon sebagai Executive Chairman, memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas kepemimpinan global di sektor pertanian berkelanjutan dan ketertelusuran rantai pasok.

– Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di perusahaan global seperti Microsoft dan Deloitte, Joe akan memimpin penguatan tata kelola, perluasan investasi, dan ekspansi pasar KOLTIVA di wilayah-wilayah strategis seperti Asia, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

– Kehadiran Joe memperkuat peran KOLTIVA sebagai mitra utama bagi perusahaan yang ingin memenuhi regulasi global seperti EUDR, dengan menghadirkan solusi end-to-end yang menggabungkan teknologi ketertelusuran digital berbasis geospasial dan pendampingan langsung kepada petani kecil untuk memastikan keberlanjutan dari hulu hingga hilir.

Dalam langkah strategis untuk mempertegas ekspansi global di bidang pertanian berkelanjutan dan ketertelusuran rantai pasok, perusahaan teknologi pertanian (AgriTech) yang berbasis di Indonesia dan Swiss serta didukung modal ventura, KOLTIVA, mengumumkan penunjukan Joe Keen Poon sebagai Executive Chairman. Pengangkatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan KOLTIVA memperkuat kepemimpinan globalnya di sektor ini. 

Kepemimpinan baru ini menjadi momen krusial bagi KOLTIVA dalam mempercepat misinya membangun rantai pasokan yang inklusif, bebas deforestasi, dan sepenuhnya dapat ditelusur—selaras dengan regulasi global terkini seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), CSDDD, CSRD, serta meningkatnya tuntutan kepatuhan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).  

Penunjukan Joe Keen Poon sebagai Executive Chairman menegaskan komitmen KOLTIVA terhadap keberlanjutan, transparansi, dan inovasi di sektor pertanian. Sebagai eksekutif global berpengalaman, Joe mempunyai lebih dari 30 tahun pengalaman mengembangkan teknologi berdampak sosial dan usaha ke arah keberlanjutan. Rekam jejak kepemimpinannya mencakup perusahaan-perusahaan papan atas seperti Microsoft, Deloitte, Surbana Jurong, dan terakhir sebagai Group CEO Singapore Institute of Management (SIM). 

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Edukasi Ratusan Siswa Sosialisasikan Keselamatan Perkeretaapian di Berbagai Sekolah Dasar

Dalam perannya, Joe akan memegang peranan sentral dalam memperkuat tata kelola perusahaan, membuka jalur investasi baru, serta memastikan solusi KOLTIVA tetap dapat diskalakan, aman, dan berorientasi hasil nyata. Pengangkatannya menandai babak baru bagi KOLTIVA: memanfaatkan analisis canggih untuk menghadirkan bukan hanya transparansi, tetapi juga wawasan ke depan dan ketahanan dalam rantai pasokan pertanian. 

Didirikan pada 2013, KOLTIVA telah berkembang pesat menjadi salah satu mitra teknologi terpercaya di sektor pertanian, bekerja sama dengan lebih dari 1,9 juta produsen di 65 negara. Ekosistem terintegrasinya—mulai dari platform ketertelusuran, layanan perluasan kapasitas melalui pelatihan lapangan langsung oleh jaringan agronomis, hingga alat pembayaran digital dan program pelatihan petani kecil—telah menjadi komponen krusial bagi pelaku agribisnis, perusahaan, dan pemasok dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks saat ini. 

Joe Keen Poon akan membantu KOLTIVA menyempurnakan visi jangka panjang, memperdalam dampak di seluruh rantai pasokan, dan membangun kemitraan masa depan yang selaras dengan triple bottom line—People, Planet, dan Profit.  “KOLTIVA berada di perpaduan antara pertanian, aksi iklim, inklusi keuangan, dan transformasi digital,” kata Joe Keen Poon. “Bergabung dengan tim ini bukan hanya pencapaian dalam bidang profesional—melainkan komitmen nyata untuk membentuk ulang cara dunia mendapatkan bahan makanan dan bahan baku, sekaligus mendukung petani kecil di daerah terpencil yang menanamnya.”  

Joe Keen Poon akan bekerja sama dengan CEO dan Co-Founder, Manfred Borer, serta tim manajemen untuk memperkuat kehadiran KOLTIVA di pasar utama mereka—termasuk Indonesia, Asia-Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika—pasar strategis yang menentukan masa depan penyediaan bahan berkelanjutan. 

Baca Juga :  CEO OPTIMA, M. Ali Zaenal Menjadi Pembicara dalam Panel AI Exabytes Marketing Fest 2025

“Kami telah membangun fondasi yang kokoh, berakar pada integritas data, teknologi berfokus pada manusia, operasi lapangan, dan kepercayaan klien,” ujar Manfred Borer, CEO KOLTIVA. “Kini, saatnya memperluas skala. Dengan kehadiran Joe Keen Poon, kami memperoleh mitra yang memiliki wawasan dan pengalaman global untuk memandu babak berikutnya—ekspansi lintas benua sambil tetap terhubung erat dengan komunitas petani di pedesaan.” 

Meskipun penunjukan ini membawa perspektif global baru, hal ini juga menegaskan kesinambungan misi dan nilai KOLTIVA. Perusahaan tetap terfokus untuk mendukung upaya penyediaan bahan baku yang etis, inklusif, dan ketahanan iklim melalui kombinasi teknologi dan kehadiran langsung di lapangan. Pendekatan KOLTIVA yang mengintegrasikan keahlian lapangan dan ketertelusuran digital terus diakui oleh pelaku usaha global, lembaga pemerintah, kemitraan publik-swasta, organisasi non-pemerintah, hingga investor yang berorientasi pada dampak iklim. 

“Seiring bergesernya lanskap regulasi—terutama dengan diberlakukannya European Union Deforestation Regulation (EUDR)—perusahaan di seluruh dunia menghadapi tekanan untuk memverifikasi legalitas dan keberlanjutan sumber bahan baku mereka. KOLTIVA telah menjadi pelopor dalam gerakan ini, menghadirkan ketertelusuran menyeluruh dari hulu ke hilir dan verifikasi geospasial berbasis poligon untuk komoditas seperti minyak sawit, karet, kakao, dan kopi,” tutup Joe Keen Poon. “Hal menarik dari peran ini bagi saya bukan hanya teknologi, tetapi juga fokus berkelanjutan perusahaan dalam memberdayakan produsen dan membangun kepercayaan antar pemangku kepentingan. Di situlah keberlanjutan yang sebenarnya dimulai.” 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ride On Scrubber, Si Kecil Andalan Resclean Buat Lantai Stasiun Bersih
KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake
Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ride On Scrubber, Si Kecil Andalan Resclean Buat Lantai Stasiun Bersih

Senin, 2 Februari 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Senin, 2 Februari 2026 - 07:00 WIB

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Berita Terbaru

Bisnis

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Senin, 2 Feb 2026 - 07:00 WIB