Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis dengan Komitmen Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis

- Editor

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.

Kesepakatan
Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning
Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional.
Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung
efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal
ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah
dinamika pasar global yang fluktuatif.

“Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal
volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat.
Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan
industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  Intel Siap Genjot Pasar PC Berbasis AI, Targetkan 290 Juta Unit Tahun Depan

Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang oleh sinergi
berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah
terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor
yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000
ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti
nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan
dikelola dengan model bisnis yang kompetitif.

Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras
dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan
pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel
siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan
mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo meyatakan bahwa kerja sama antara
Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang
pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi
penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam
mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah
industri hilir.

“Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua
perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang,
sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan
berkualitas” lanjut Hernowo.

Baca Juga :  Palapa Semarakkan Gelaran Mulung Fest 2024, Bagikan Airdrop Hingga 10.000 $PLPA

Rekam Jejak
Global: Menembus Pasar Amerika Serikat

Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal
Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja
lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton
pada Februari 2025.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja
Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan
menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group
memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional.

Percepatan
Industrialisasi Nasional

Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita
Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan
industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid,
kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan
berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%.

Sebagai informasi, penandatanganan LTSA ini dilakukan
oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel,
Hernowo, dan President Director PT Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi
Koeswandi, pada Rabu (7/1) di Jakarta.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal
Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global
Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:01 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:00 WIB

LRT Jabodebek: Mengantar Ritme Baru Mobilitas Perkotaan

Berita Terbaru