Mengapa Gaya Hidup Teman Bisa Jadi Musuh Dompet Sendiri?

- Editor

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Katanya, teman adalah keluarga yang kita pilih. Kamu pasti pernah merasakan dorongan untuk ikut pergi, ikut belanja, atau ikut mencoba sesuatu hanya karena semua teman melakukannya. Dalam dunia urban yang serba cepat, pengaruh pertemanan terasa semakin kuat. 

Pertemanan memberi kehangatan tetapi sering membawa ekspektasi gaya hidup yang menggerus stabilitas finansial tanpa kamu sadari. Banyak orang baru sadar saat saldo tabungan menyusut dan pengeluaran sosial membengkak.

Gaya hidup dalam pertemanan saat ini bergerak mengikuti arus digital dan budaya tampil. Ketika satu orang mencoba pengalaman baru, yang lain ikut merasa perlu melakukan hal yang sama. 

Tren konsumsi sosial membuat keputusan belanja tidak lagi murni karena kebutuhan. Kamu tidak sendirian jika pernah merasa terseret arus ini.

Ketika Standar Gaya Hidup Kelompok Mengubah Prioritas Kamu

Di banyak kelompok, muncul standar yang dianggap wajar meski tidak sesuai kondisi finansial setiap orang. Ada kelompok yang rutin makan di restoran kekinian. Ada komunitas yang suka staycation. Ada pula lingkaran pertemanan yang menganggap barang premium sebagai bagian dari identitas.

Di permukaan semuanya terlihat menyenangkan. Namun ketika pengeluaran harian kamu mulai melebihi pendapatan, gaya hidup kelompok berubah menjadi tekanan. Kasus yang sering terjadi adalah ketika kamu mulai merasa wajib meniru pilihan teman agar tetap relevan dalam lingkaran pergaulan. Kebiasaan aktif untuk mengikuti semua kegiatan membuat tabungan kamu sulit tumbuh.

Misalnya seorang karyawan muda yang mengikuti gaya hidup teman kantornya. Setiap minggu mereka keluar makan, mencoba kopi specialty, dan sesekali merencanakan liburan singkat. Dalam tiga bulan, pengeluaran sosialnya naik hampir dua kali lipat. Ia baru sadar setelah melihat catatan keuangan bahwa kebiasaan sederhana yang diikuti berulang membentuk biaya besar.

Baca Juga :  Mau Buat Tanda Tangan Digital Sendiri? Ikuti Langkah Mudah & Cepat Ini!

Ketika Tekanan Sosial Berkamuflase Menjadi Kebiasaan Normal

Tekanan dalam pertemanan jarang terasa eksplisit. Kamu tidak dipaksa, tetapi merasa tidak enak jika menolak ajakan. Kamu ingin tetap ikut karena takut kehilangan momen bersama. Ada lapisan emosional di balik keputusan finansial. Akibatnya, keuanganmu pun terganggu.

Banyak orang menganggap setiap keputusan kecil tidak berarti. Namun setelah dikumpulkan, pengeluaran kecil inilah yang membentuk pola konsumsi berlebihan. Kamu mungkin tidak merasa boros, tetapi ritme hidup kelompok mengubah standar kamu secara perlahan.

Membangun Kesadaran Finansial untuk Mengendalikan Ritme Pertemanan

Gerakan sadar finansial mulai berkembang dalam komunitas anak muda. Ada kesadaran bahwa kapasitas ekonomi orang berbeda dan tidak semua ajakan harus diterima. Kamu bisa mulai dengan membangun pengakuan jujur tentang kondisi finansial sendiri.

Beberapa komunitas mulai menerapkan mode nongkrong hemat. Ada yang mengganti hangout di kafe mahal menjadi sesi piknik kecil. Ada pula yang rutin olahraga bersama sebagai aktivitas sosial gratis. Tren conscious spending membuat kamu punya kendali penuh atas keputusan finansial tanpa harus kehilangan koneksi sosial.

Setiap bulan, sisihkan anggaran khusus untuk aktivitas sosial. Begitu anggaran habis, keputusan kamu menjadi jauh lebih terarah. Dengan begitu, kamu jadi punya struktur untuk menikmati pertemanan tanpa merusak kestabilan keuangan.

Kamu juga bisa menentukan non negotiable goals seperti target tabungan bulanan atau alokasi untuk dana darurat. Ketika tujuan sudah jelas. Menolak ajakan menjadi lebih mudah karena kamu tahu keputusan itu mendukung rencana masa depan. Pendekatan ini membuat kamu berperan aktif terhadap uang, bukan hanya merespons situasi.

Baca Juga :  Wujud Tanggung Jawab kepada Pelanggan, KAI Daop 4 Layani Refund Tiket 4 Ribuan Pelanggan selama Gangguan Imbas Genangan Air di Jalur Semarang Tawang - Alastua

Menguatkan Pondasi Finansial Kamu melalui Aset yang Tumbuh

Setelah ritme pengeluaran mulai terkendali, kamu bisa mengalihkan fokus ke pembangunan aset. Penguatan finansial tidak selesai hanya dengan mengurangi pengeluaran. Kamu membutuhkan instrumen yang bisa menjaga nilai uang kamu dan bertumbuh dari waktu ke waktu.

Banyak anak muda memilih instrumen sederhana yang mudah dipahami dan minim risiko. Salah satu opsi yang relevan bagi kamu yang ingin membangun kestabilan jangka panjang adalah investasi emas. Instrumen ini cenderung stabil, likuid, dan cocok bagi yang ingin membangun cadangan kekayaan secara bertahap sambil menjaga fleksibilitas finansial.

Dengan Neo Emas, kamu bisa investasi emas digital mulai dari nominal kecil, kapan pun, dan di mana pun. Jadikan kebiasaan kecil ini sebagai langkah besar menuju masa depan finansial yang stabil dan bebas khawatir. Mulailah hari ini  investasi emas digital di neobank dari Bank Neo Commerce. Dapatkan keuntungan beli emas digital dengan modal mulai dari Rp10 ribu. 

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store. Buka Neo Emas di neobank sekarang. Kunjungi link Neo Emas untuk info detail dan terbaru tentang Neo Emas.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah
Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal
Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:00 WIB

Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Lindungi Pekerja Operasional, KAI Divre III Gandeng PJK3 Pastikan Standar K3 Optimal

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

Peran Wilayah Arktik dalam Persaingan Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:01 WIB

Awali 2026, PTPP Peroleh Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung

Berita Terbaru