Menteri PU Targetkan 86 Sumur Bor di Daerah Terdampak Bencana Sumatera Rampung Sebelum Ramadan

- Editor

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 30 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penyediaan air bersih di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri PU, Dody Hanggodo, menginstruksikan agar pembangunan 86 unit sumur bor di wilayah tersebut dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan.

Menteri Dody menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan
prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana. Instruksi percepatan ini
ditujukan langsung kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air dan
Ditjen Cipta Karya.

“Targetnya sebelum bulan Ramadan, kita sudah bisa
menyelesaikan sumur-sumur bor ini,” tegas Menteri Dody.

Hingga 27 Januari 2026, tercatat sebanyak 86 unit sumur bor tengah
dikerjakan di wilayah Sumatera. Pembangunan ini difokuskan untuk memulihkan
layanan air bersih pada fasilitas publik dan kawasan hunian terdampak. Lokasi
pembangunan tersebar di titik strategis meliputi masjid, pasar, puskesmas,
rumah sakit, perkantoran, dan sekolah.

Sebaran pembangunan sumur bor meliputi 67 unit di Provinsi Aceh
dan 19 unit di Provinsi Sumatera Barat. Sementara itu, penanganan di Provinsi
Sumatera Utara difokuskan pada dukungan optimalisasi sistem air minum yang ada.

Baca Juga :  Perlintasan KA di Yogyakarta Ini Khusus Dilalui Pejalan Kaki, Pemotor Dilarang Melintas!

Terdapat dua jenis sumur yang dibangun oleh Kementerian PU, yakni
sumur bor air dalam dan sumur bor dangkal. Keduanya dibangun sesuai fungsi
spesifik kebutuhan masyarakat.

“Kami melakukan beberapa pemboran sumur dalam dan sumur
dangkal. Sumur dalam ini adalah untuk sumur-sumur yang lebih dari 80 meter dan
berkualitas air premium yang bisa untuk diminum,” ujar Menteri Dody.

“Sedangkan sumur-sumur dangkal dengan kualitas air yang di
bawah air minum, namun bisa dipakai untuk mandi dan cuci, dan biasanya
digunakan untuk pembersihan lumpur pascabencana,” tambah Menteri Dody.

Secara teknis, sumur bor air dalam dibangun dengan kedalaman
rata-rata sekitar 100 meter dan diameter lebih dari 4 inci. Sumur ini dirancang
menggunakan metode pemboran teknis yang dilengkapi uji logging dan pumping
test
 untuk mengambil air tanah dari akuifer terkekang maupun
semiterkekang, dengan debit air lebih dari 2 liter per detik.

Untuk menjamin keberlanjutan sumber air, penentuan kedalaman sumur
didasarkan pada survei geolistrik. Setiap unit juga dilengkapi fasilitas
pendukung berupa pompa submersible, rumah tenaga listrik, reservoar
atau toren berkapasitas lebih dari 1.000 liter, serta hidran umum.

Baca Juga :  Tips Mengatur Porsi Pemberian Snack Kucing

Terkait kualitas, air dari sumur bor ini telah memenuhi standar
parameter utama, yakni pH sekitar 7,1, kadar besi di bawah 1 mg/l, serta
tingkat kekeruhan di bawah 1.000 mg/l. Standar ini memastikan air baku aman
untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan operasional fasilitas pelayanan
publik.

Mengenai progres konstruksi dari total 86 titik, penyelesaian
sumur bor air dalam saat ini telah mencapai sekitar 15%, sedangkan sumur bor
dangkal mencatatkan progres yang lebih cepat, yakni mencapai 53%.

Pembangunan infrastruktur ini juga berfungsi sebagai sistem
pendukung agar 176 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak
bencana dapat kembali berfungsi optimal. Penegasan yang disampaikan Menteri
Dody merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam upaya build back
better
 (membangun kembali dengan lebih baik) pada daerah yang
terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Maraton Kreativitas 48 Jam Global Game Jam Makassar 2026 Lahirkan 10 Gim Karya Talenta Lokal
Di Tengah Volatilitas Pasar, Bittime Buka Waitlist Beta Futures dengan Trial Funds hingga $1.500 USDT
Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe
Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Maraton Kreativitas 48 Jam Global Game Jam Makassar 2026 Lahirkan 10 Gim Karya Talenta Lokal

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Di Tengah Volatilitas Pasar, Bittime Buka Waitlist Beta Futures dengan Trial Funds hingga $1.500 USDT

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Senin, 2 Februari 2026 - 14:01 WIB

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru