OK OCE Wujudkan Wirausaha Lestari di Bali Ocean Days 2026

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam ajang internasional Bali Ocean Days pada Februari 2026, OK OCE Indonesia melalui inisiatif Coral Champions secara resmi mendorong gerakan wirausaha lestari yang berfokus pada integrasi ekonomi hijau dan biru. Langkah ini diambil untuk membawa UMKM dan komunitas lokal ke panggung global dengan cara mengintegrasikan pelestarian terumbu karang ke dalam model bisnis praktis. Strategi tersebut bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan sekaligus menjaga ekosistem pesisir, sehingga kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan laut.

JIMBARAN, BALI – Dalam mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan, OK OCE Indonesia berkolaborasi dalam The Coral Champions.

Program ini diperkenalkan dalam ajang internasional Bali Ocean Days (BOD) 2026 pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang dihadiri langsung oleh Bendahara Umum OK OCE Indonesia yang juga Pengajar Sistem Informasi Universitas Trisakti, Bapak Rully Mardjono, di InterContinental Bali Resort, Jimbaran.  

The Coral Champions Indonesia merupakan kolaborasi multisektoral yang mempertemukan keahlian akademis dari Stanford University’s Palumbi Lab, inisiatif global dari The Coral Champions, serta kekuatan komunitas lokal melalui Sekah Ganesha dan OK OCE Indonesia.

Baca Juga :  Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia di Scopus 2024 Naik Tajam, Tapi Kualitas Masih Jadi Sorotan

Dalam forum tersebut, Pak Rully menekankan peran OK OCE sebagai support system utama bagi komunitas lokal. Fokus utamanya adalah membangun ekosistem di mana pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi.

Senada dengan hal tersebut, Daniel Griffin, Co-Founder The Coral Champions, dalam paparannya di Bali Ocean Days menyatakan bahwa kemajuan teknologi genetika adalah kunci untuk mengubah cara pandang terhadap konservasi.  

“Genetika dapat mengubah restorasi menjadi sebuah profesi. Dengan menerjemahkan genetika terumbu karang tingkat lanjut ke dalam praktik lapangan, komunitas kini dapat secara aktif membangun terumbu karang yang tangguh terhadap iklim (climate-resilient reefs)”, ungkapnya.

Analogi yang digunakan adalah layaknya seorang petani; dengan kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan bibit karang yang tahan panas, komunitas dapat melakukan penanaman karang dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, serupa dengan petani yang menanam varietas padi yang tepat untuk lahan dan iklim mereka.

Baca Juga :  Ada Aturan Baru Bawa Power Bank di Kereta Api, Ini Ketentuannya

Daniel juga menjelaskan bahwa Coral Champions Program bersinergi bersama OK OCE Indonesia.

Melalui inisiatif ini, OK OCE Indonesia berkomitmen untuk menciptakan pelatihan lokal dan lapangan kerja baru yang berfokus pada Pengembangan Model Bisnis, menciptakan peluang ekonomi yang terukur dari kegiatan restorasi laut.

Kedua, Pelatihan Berbasis Kompetensi, yang membekali komunitas dengan keahlian teknis restorasi berbasis sains, serta Kemandirian Ekonomi, untuk memastikan komunitas memiliki pendapatan yang stabil melalui pengelolaan ekosistem laut yang sehat. Hadirnya OK OCE Indonesia dalam Bali Ocean Day melalui Coral Champions Program menjadi sinyal kuat bahwa OK OCE Indonesia siap membawa UMKM dan komunitas lokal Indonesia menuju panggung ekonomi global melalui inovasi kewirausahaan hijau dan biru yang berkelanjutan.    

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Berita Terbaru