Pangkas Waktu Tempuh, Jembatan Gantung Babakan Losari Lor Percepat Perjalanan Warga Cirebon-Brebes

- Editor

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, 20 Agustus 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membangun jembatan gantung sebagai solusi langsung bagi masyarakat di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kehadiran Jembatan Gantung Babakan Losari Lor kini menjadi urat nadi baru yang mempermudah mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di kedua provinsi itu.

Jembatan yang membentang
sepanjang 100 meter di atas Sungai Cisanggarung ini secara konkret
menghubungkan Desa Babakan Losari Lor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dengan
Desa Babakan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur
kerakyatan ini secara efektif memangkas jarak dan waktu tempuh warga yang
setiap hari beraktivitas melintasi dua provinsi.

Menteri PU, Dody Hanggodo,
mengatakan bahwa manfaat jembatan ini dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,
terutama bagi warga dari tiga desa di Brebes yang sebagian besar bekerja di
wilayah Kuningan, Jawa Barat.

Baca Juga :  Produk-Produk KVB: Pilihan Lengkap untuk Trader Indonesia

“Tadi disampaikan ada 3 desa
yang berada di Brebes dan masyarakatnya rata-rata bekerja di Kuningan. Mereka
harus memutar sekitar 13-15 kilometer kalau bekerja, jadi menurut saya adanya
jembatan gantung ini sangat membantu kelancaran transportasi masyarakat,”
kata Menteri Dody saat meninjau lokasi, Rabu (20/8/2025).

Pembangunan jembatan ini sendiri
menelan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp13,8
miliar. Proyek yang dimulai sejak November 2024 dan rampung pada akhir Juni
2025 ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas
di wilayah pedesaan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar
Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumalasari,
menjelaskan bahwa jembatan ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, kendaraan
roda dua, dan mobil ambulans dalam kondisi darurat. Menurutnya, jembatan ini
menjadi akses krusial bagi banyak kalangan.

Baca Juga :  Konsisten Jaga Kualitas Layanan, JTT Pastikan Keberlanjutan Layanan Empat Ruas Tol Utama Trans Jawa

“Jembatan ini sangat penting,
karena menjadi akses utama bagi warga yang sehari-hari melintasi perbatasan
provinsi, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang mendistribusikan hasil
panen mereka,” ujar Rina.

Manfaat tersebut diamini oleh
Kusnandar, salah seorang warga Desa Babakan. Ia mengucapkan terima kasih karena
jembatan ini memudahkannya mengangkut hasil pertanian ke Pasar Babakan yang
berjarak sekitar 12 kilometer.

“Adanya jembatan ini bisa lebih
cepat tidak harus memutar. Jadi saya sangat berterima kasih sudah dibangun
jembatan ini bisa memudahkan masyarakat,” tutur Kusnandar.

Dengan demikian, pembangunan
Jembatan Gantung Babakan Losari Lor oleh Kementerian PU bukan hanya sekadar
proyek fisik, tetapi sebuah solusi nyata yang menjawab langsung kebutuhan
konektivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Jawa Tengah
dan Jawa Barat.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru