Pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi Dikebut, Ruas Gending-Besuki Siap Beroperasi Akhir 2025

- Editor

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 22 Agustus 2025 – Proyek strategis untuk menyambungkan ujung timur Pulau Jawa terus berjalan. Kementerian Pekerjaan Umum, bersama dengan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, saat ini sedang mempercepat penyelesaian Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi, khususnya untuk ruas yang menghubungkan Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer.

Pembangunan jalan tol ini menjadi salah satu prioritas utama
dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas, yaitu untuk
menciptakan konektivitas yang merata di seluruh Indonesia, terutama di wilayah
timur Jawa.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa jalan tol ini
sangat penting untuk kelancaran distribusi barang dan jasa. Dengan adanya tol,
biaya transportasi bisa ditekan dan waktu pengiriman menjadi lebih efisien.

“Karena diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar
wilayah pada sektor logistik, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan
pusat-pusat ekonomi baru,” kata Menteri Dody.

Baca Juga :  Cara MLV Teknologi dan Crestron Membantu Menyiasati Masalah Ruang Rapat yang Tidak Memadai dengan Solusi Efisien dan Inovatif

Pembangunan ruas Gending hingga Besuki ini dibagi menjadi
tiga seksi dengan perkembangan yang signifikan per 25 Juli 2025:

•⁠  ⁠Seksi 1 (Gending-Kraksaan):
Sepanjang 12,88 km, konstruksinya sudah mencapai 89,97%.

•⁠  ⁠Seksi 2 (Kraksaan-Paiton):
Sepanjang 11,20 km, progresnya sudah hampir tuntas di angka 97,18%.

•⁠  ⁠Seksi 3 (Paiton-Besuki):
Progresnya telah mencapai 76,26%.

Jika sudah beroperasi nanti, perjalanan dari Probolinggo ke
Besuki yang biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit, akan terpangkas
drastis menjadi hanya 30 menit saja.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi
memiliki total panjang 175,46 km. Pembangunannya dibagi menjadi dua tahap
besar:

•⁠  ⁠Tahap 1: Probolinggo – Besuki
(49,68 km)

•⁠  ⁠Tahap 2: Besuki – Banyuwangi
(126,10 km)

Nantinya, jalan tol ini akan menjadi ruas terakhir yang
melengkapi Jaringan Tol Trans Jawa. Perjalanan dari Probolinggo ke Banyuwangi
yang semula memakan waktu hingga 5 jam lewat jalan biasa, nantinya bisa
ditempuh hanya dalam 2 jam.

Baca Juga :  Dupoin Gelar Aksi CSR Ramadhan di Dua Panti Asuhan: Wujud Kepedulian Sosial dan Kebersamaan

Untuk Tahap 1 (Probolinggo-Besuki), proses pembebasan lahan
sudah mencapai lebih dari 99%. Hal ini membuat pemerintah optimistis pekerjaan
konstruksi bisa tuntas sesuai target pada akhir tahun 2025. Ruas ini akan
dilengkapi tiga gerbang tol, yaitu GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki, serta
dan 3 simpang susun yaitu Simpang Susun (SS) Kraksaan, SS Paiton dan SS Besuki.

Kehadiran jalan tol ini tidak hanya akan mempermudah
mobilitas orang dan barang, tetapi juga diharapkan menjadi pendorong utama bagi
sektor pariwisata, pertanian, dan industri di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur
yang meliputi wilayah Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo,
Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo,
Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Berita Terbaru