Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

- Editor

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai.

Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali.

Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Namun, jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Baca Juga :  Update Nataru 2025/2026: 76.271 Tiket KA Keberangkatan dari Daop 5 Purwokerto Masih Tersedia

Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas.

Baca Juga :  Mewujudkan ROI yang Lebih Baik Melalui Optimalisasi Ruang Kantor dengan Teknologi Smart Office

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Namun secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Layanan Kereta Api Jadi Pilihan Utama, Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6% pada Masa Nataru 2025/2026
BINUS @Malang Percantik Pesona Aji Saptorenggo Lewat Program Mural Kolaboratif BINUSIAN Plants Hope
KAI Daop 2 Bandung Catat 5 KA Favorit Pelanggan Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Shadow of the Light Karya Anak Bangsa yang Mendapatkan Berbagai Penghargaan di Dunia
Dorong Transformasi Digital, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Hadirkan i-Mitra KPBN
5 Tanda Kamu Sudah Dewasa dalam Menjalani Hidup
Tips untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos
Melayani dengan Sepenuh Hati dari Sumatra hingga Papua, Elnusa Petrofin Laksanakan 1.010 Kegiatan CSR Sepanjang Tahun 2025
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:42 WIB

Layanan Kereta Api Jadi Pilihan Utama, Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6% pada Masa Nataru 2025/2026

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:46 WIB

BINUS @Malang Percantik Pesona Aji Saptorenggo Lewat Program Mural Kolaboratif BINUSIAN Plants Hope

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:45 WIB

KAI Daop 2 Bandung Catat 5 KA Favorit Pelanggan Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:30 WIB

Shadow of the Light Karya Anak Bangsa yang Mendapatkan Berbagai Penghargaan di Dunia

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:13 WIB

Dorong Transformasi Digital, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Hadirkan i-Mitra KPBN

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:00 WIB

Tips untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:55 WIB

Melayani dengan Sepenuh Hati dari Sumatra hingga Papua, Elnusa Petrofin Laksanakan 1.010 Kegiatan CSR Sepanjang Tahun 2025

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:54 WIB

Dominasi Bitcoin Berlanjut, Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan di Era Aset Digital

Berita Terbaru