Sinergi Logistik Nasional: Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut

- Editor

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di
tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan
mengukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani
angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal
pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang
kompetitif.

 

Stasiun
yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi
Regional I Sumatera Utara tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi
distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar global. Di stasiun
tersebut merupakan lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa
komoditi seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke
luar Sumut dengan angkutan laut.

 

“Setiap
harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang
datang dan berangkat menuju berbagai wilayah,” ungkap Plt. Manager Humas
KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo.

 

Sebagai
stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, Stasiun Belawan telah
melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks
yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat,
Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas
pemanfaatan eksport dan lokal.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-80, KAI Sumut Serahkan 8 Ton Beras ke Panti Asuhan di Medan

 

“Sedangkan
petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada
2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya.

 

Dalam
operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO
dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran
petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS).

 

Lokasinya
Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90
meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan
banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan
tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama.

 

“Meskipun
jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre
I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak
terganggu,” ujarnya.

Baca Juga :  LindungiHutan Dorong Aksi Komunitas di Pantai Bahagia, Bekasi

 

Ketangguhan
infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan
barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur
kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan
sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan.

 

Keberadaan
stasiun ini membuktikan bahwa tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi
kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera
Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang
sinergis.

 

“KAI
Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar
aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu.
Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat
nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara
yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Anwar.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil
BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI
Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal
Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Merawat Jalur, Investasi Keselamatan: KAI Daop 1 Jakarta Ganti 33,9 Kilometer Rel dan 30 Wesel Sepanjang 2025
ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Merawat Jalur, Investasi Keselamatan: KAI Daop 1 Jakarta Ganti 33,9 Kilometer Rel dan 30 Wesel Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Berita Terbaru