Sinkronisasi Kebijakan Jadi Fokus ALFI dalam Transformasi Logistik Nasional

- Editor

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor logistik nasional kini menghadapi tantangan besar dalam harmonisasi regulasi dan efisiensi rantai pasok di tengah dinamika ekonomi global. Menyadari hal tersebut, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 2025 bertema “Transformasi Logistik Guna Mendorong Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi Nasional”. Rapat Kerja Nasional digelar bertepatan pada rangkaian ALFI CONVEX 2025, pameran dan konferensi logistik di Indonesia yang tengah berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ALFI untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun berjalan serta merumuskan arah strategis 2026, khususnya dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku industri logistik, penyedia layanan, dan pemerintah melalui penyelarasan kebijakan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Seperti yang terlihat dari aspirasi dan masukan di ajang Rakernas ini, harmonisasi regulasi menjadi hal paling utama. Bagaimana kita dapat menyelaraskan aturan-aturan yang dihasilkan oleh berbagai kementerian dan lembaga agar dapat disimplifikasi dan disinkronisasi,” ujar Akbar Djohan, Ketua Umum DPP ALFI/ILFA.

Baca Juga :  PT Pelindo Solusi Logistik Tegaskan Komitmen ESG untuk Keberlanjutan

Menurut Akbar Djohan, terdapat enam faktor kunci yang menjadi catatan penting dalam upaya transformasi logistik nasional, yakni infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), sumber daya manusia, pelaku dan penyedia logistik, serta komoditas utama. Dari seluruh elemen tersebut, penguatan soft infrastructure menjadi pondasi strategis yang harus segera dibangun.

“Standarisasi pengetahuan tidak hanya penting bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi birokrasi dan pegawai kementerian atau lembaga agar output kebijakan yang dihasilkan benar-benar mendukung ekosistem industri logistik nasional,” tambahnya.

RAKERNAS 2025 ALFI juga menjadi forum koordinasi nasional untuk menyelaraskan hasil-hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan memperkuat implementasi keputusan strategis organisasi. Selain evaluasi program kerja, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar Dewan Pengurus ALFI di seluruh Indonesia, sekaligus wadah pertukaran gagasan untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Investor Institusional Kini Pertimbangkan ESG, Apakah Indonesia Siap?

Terkait arah dan target kerja ALFI 2026, ketua umum DPP ALFI, Akbar Djohan, berharap ALFI dapat berperan sebagai aggregator dalam dunia logistik nasional.

“Kami berharap segera diluncurkannya Peraturan Presiden tentang Penguatan Daya Saing Logistik Nasional. ALFI ingin berperan sebagai aggregator sekaligus enabler dalam mempercepat arus barang dan distribusi nasional, sehingga logistik benar-benar menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Melalui Rakernas ini, ALFI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem logistik nasional yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi. Upaya transformasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia sekaligus mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru