Smart Money vs Retail Trader: Siapa yang Menggerakkan Harga?

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Smart money seperti institusi keuangan dan hedge fund memiliki peran besar dalam menggerakkan tren pasar karena modal dan akses informasi yang mereka miliki. Retail trader cenderung reaktif dan terpengaruh sentimen jangka pendek. Dengan memahami pola pergerakan smart money, trader ritel bisa menyusun strategi yang lebih cerdas dan mengikuti arah pasar yang sebenarnya.

Di balik pergerakan harga pasar yang sering terlihat acak, sebenarnya ada dua kekuatan besar yang saling tarik-menarik: smart money dan retail trader. Siapa sebenarnya yang lebih berpengaruh dalam menggerakkan harga? Bagaimana perbedaan perilaku dan strategi keduanya di pasar keuangan?

Apa Itu Smart Money?

Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh pelaku institusi besar seperti bank investasi, hedge fund, dan manajer aset profesional. Mereka memiliki akses ke informasi yang lebih dalam, teknologi canggih, serta pengalaman dan sumber daya untuk menggerakkan pasar dalam skala besar.

Transaksi yang dilakukan smart money biasanya terukur dan mengikuti strategi jangka menengah hingga panjang. Mereka masuk pasar secara bertahap dan sering kali berada “di balik layar” pergerakan harga besar yang terjadi.

Baca Juga :  KAI Daop 6 Yogyakarta Tingkatkan Keselamatan Lewat Peremajaan Infrastruktur Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

Retail Trader: Pemain Ritel di Tengah Volatilitas

Retail trader, atau trader individu, adalah pelaku pasar yang melakukan transaksi dengan volume relatif kecil. Meski jumlahnya sangat banyak, kekuatan kolektif mereka jarang mampu menandingi dampak institusi besar. Namun, dalam kondisi tertentu—seperti saat euforia pasar atau berita viral—retail trader bisa memicu lonjakan harga jangka pendek, meskipun sering kali diikuti dengan koreksi.

Siapa yang Sebenarnya Menggerakkan Harga?

Secara umum, smart money-lah yang lebih banyak membentuk tren utama pasar. Mereka cenderung masuk saat harga masih tenang dan keluar saat euforia pasar sedang tinggi. Sementara itu, retail trader kerap masuk pasar saat tren sudah terbentuk dan cenderung reaktif terhadap pergerakan harga dan berita.

Baca Juga: Smart Money vs Retail Trader: Siapa yang Menggerakkan Harga?

Baca Juga :  Apa Saja Biaya Sekolah Anak yang Tak Terduga dan Bagaimana Menyiasatinya?

Cara Mengikuti Jejak Smart Money

Meskipun trader ritel tidak bisa mengalahkan smart money dari sisi modal, mereka tetap bisa mengikuti pola dan jejaknya melalui:

Analisis volume dan open interest

Identifikasi area akumulasi dan distribusi

Menggunakan indikator seperti OBV (On Balance Volume) dan VSA (Volume Spread Analysis)

Dengan pendekatan yang cermat, retail trader bisa menghindari jebakan pasar dan mengambil posisi yang searah dengan pergerakan institusi.

Trading Saham & Forex bersama Broker Terpercaya

Memahami perbedaan antara smart money dan retail trader bisa membantu kamu menyusun strategi yang lebih realistis dan disiplin. Broker trading saham US – KVB Indonesia memberikan akses ke pasar global termasuk saham dan forex, lengkap dengan fitur analisis teknikal dan edukasi untuk membantu trader ritel mengambil keputusan lebih cerdas.

Register Sekarang dan mulai trading dengan lebih strategis di bawah perlindungan broker teregulasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil
BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal

Berita Terbaru