Strategi Manipulasi Pasar ala Whale Kripto yang Wajib Dipahami

- Editor

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemain besar dalam dunia kripto, yang sering disebut sebagai whale (paus), memiliki kekuatan luar biasa dalam menggerakkan pasar. Dengan modal yang sangat besar, mereka dapat mengontrol harga dan menentukan tren, sering kali dengan memanfaatkan ketidakpastian dan ketidaktahuan trader kecil. 

Tanpa kesadaran akan taktik yang digunakan oleh whale, banyak trader ritel akhirnya terjebak dan mengalami kerugian besar. Bahkan, menurut laporan beberapa analisis pasar, hampir 90% trader ritel kehilangan uang mereka karena terjebak dalam manipulasi pasar yang dilakukan oleh whale. Namun, itu bukan berarti trader kecil tidak bisa bertahan. 

Dengan memahami cara kerja whale kripto, kamu dapat menghindari jebakan mereka dan melindungi keuntunganmu.

 Berikut adalah tujuh cara utama yang digunakan oleh whale untuk memanipulasi pasar, serta cara untuk menghindarinya.

1. Stop-Loss Hunting: Mencari Target Stop-Loss

Whale sering kali mengetahui di mana posisi stop-loss banyak trader ritel. Mereka memanfaatkan informasi ini untuk memicu stop-loss tersebut dengan memanipulasi harga, mendorongnya ke level tertentu yang menyebabkan penurunan harga drastis dalam waktu singkat. 

Setelah stop-loss terpicu, harga biasanya kembali bergerak ke arah yang sebelumnya diperkirakan.

Tip: Hindari menempatkan stop-loss di level yang mudah diprediksi, seperti harga support atau resistansi utama. Cobalah menempatkan stop-loss sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari level tersebut agar lebih sulit untuk dijebak.

2. Fake Patterns: Pola Grafik Palsu

Whale juga sering menciptakan pola grafik palsu untuk mengelabui trader. Mereka bisa saja membeli pada level resistansi atau menjual saat harga rebound, menciptakan kesan bahwa pola tersebut menggambarkan arah pasar yang sebenarnya. Banyak trader ritel yang, tanpa analisis lebih lanjut, tergoda untuk mengikuti pola ini dan akhirnya mengalami kerugian.

Baca Juga :  KAI Layani 2,7 Juta Pengguna LRT Jabodebek Selama Juli, Naik 18 Persen dari Bulan Sebelumnya

Tip: Jangan hanya bergantung pada pola grafik tanpa verifikasi tambahan. Gunakan indikator lain untuk memvalidasi pola yang muncul sebelum membuat keputusan perdagangan.

3. Range Manipulation: Mengatur Rentang Harga

Di fase konsolidasi pasar, whale bisa menggerakkan harga ke batas bawah atau atas range untuk memaksa trader keluar dengan kerugian. Hal ini sering terjadi setelah harga mencapai level ekstrem beberapa kali, sebelum akhirnya berbalik arah dan kembali ke posisi sebelumnya. Teknik ini sering membuat trader terjebak dan merasa harus keluar dari posisi mereka.

Tip: Waspadai breakout palsu. Sebelum mengambil tindakan, pastikan ada konfirmasi kuat bahwa harga benar-benar akan bergerak melampaui batas range yang ada.

4. Fair Value Gaps (FVG): Celah Nilai Wajar

Whale dapat menciptakan celah harga yang signifikan dengan melakukan transaksi besar, menyebabkan lonjakan harga yang tidak wajar. Setelah lonjakan ini, pasar crypto biasanya akan melakukan koreksi, yang memberikan kesempatan bagi whale untuk membeli kembali pada harga yang lebih rendah.

Tip: Perhatikan dengan seksama adanya gap harga yang tiba-tiba muncul. Jangan langsung bereaksi tanpa menunggu harga bergerak stabil kembali.

5. Spread Manipulation: Memanipulasi Spread Harga

Whale dapat memanfaatkan spread harga, yaitu perbedaan antara harga jual dan beli, untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Mereka sering kali melakukan transaksi besar untuk memperlebar spread, mempengaruhi trader ritel untuk membeli pada harga yang lebih tinggi atau menjual pada harga yang lebih rendah.

Baca Juga :  Kalau Kamu Capek, Istirahatlah di Dalam Doa

Tip: Waspadai fluktuasi spread yang tidak wajar. Perhatikan volume transaksi dan harga jual/beli untuk melihat apakah spread sedang dimanipulasi.

6. Pump and Dump: Mengangkat Harga Lalu Menjual Secara Besar-Besaran

Pump and dump adalah taktik klasik yang digunakan oleh whale untuk memanipulasi harga. Mereka membeli aset dalam jumlah besar, menaikkan harga secara cepat, lalu menjualnya setelah harga melonjak, meninggalkan trader ritel yang membeli di harga tinggi dengan kerugian.

Tip: Hindari membeli kripto hanya karena hype atau lonjakan harga yang tiba-tiba. Selalu lakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli.

7. Whale Wall: Menggunakan Order Besar untuk Menekan Harga

Whale dapat menempatkan order jual atau beli dalam jumlah besar di satu level harga untuk membuat kesan bahwa ada resistansi atau support kuat di sana. Hal ini dapat mempengaruhi psikologi trader ritel dan membuat mereka mengubah keputusan mereka, baik dengan membeli aset kripto atau menjual lebih awal dari yang seharusnya.

Tip: Perhatikan perilaku harga di sekitar level penting. Jangan mudah terpengaruh oleh order besar yang ditempatkan di pasar.

Dengan memahami taktik manipulasi yang digunakan oleh whale kripto, kamu dapat menghindari jebakan yang dapat merugikanmu. Selalu lakukan riset, jangan tergoda dengan pergerakan harga yang tidak wajar, dan gunakan strategi yang lebih bijaksana dalam investasi aset kripto. Ingat, dalam dunia kripto, kesabaran dan pemahaman pasar adalah kunci untuk bertahan dan sukses.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Maraton Kreativitas 48 Jam Global Game Jam Makassar 2026 Lahirkan 10 Gim Karya Talenta Lokal
Di Tengah Volatilitas Pasar, Bittime Buka Waitlist Beta Futures dengan Trial Funds hingga $1.500 USDT
Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe
Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026
Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta
Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026
Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Maraton Kreativitas 48 Jam Global Game Jam Makassar 2026 Lahirkan 10 Gim Karya Talenta Lokal

Senin, 2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Di Tengah Volatilitas Pasar, Bittime Buka Waitlist Beta Futures dengan Trial Funds hingga $1.500 USDT

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Alcavella Gelar “Harmoni dalam Kebersamaan” Bersama BM Boutiqe

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Tembus 598 Ribu di Januari 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 17:00 WIB

Hadapi Dinamika Bisnis 2026: KitaLulus dan Smart Salary Gelar Forum Strategis bagi HR Leaders di Jakarta

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 15:00 WIB

Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh, Menteri PU Pastikan Konstruksi Cepat, Tepat, dan Berkualitas

Senin, 2 Februari 2026 - 14:01 WIB

Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai, Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru