Telkom Indigo Bersama Coconut Computer Club Makassar Selenggarakan Kelas Pengembangan Buat Para Lokal Developer

- Editor

Rabu, 23 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Coconut Computer Club dan Telkom Indonesia melalui program Indigo, bantu Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Developer Makassar dalam Kegiatan Coconut Open Class yang membahas Svelte, Framework Frontend masa depan.

Telkom Indonesia melalui program Indigo bersama Coconut Computer Club, komunitas teknologi terkemuka di Makassar, menyelenggarakan “Coconut Open Class” dengan tema “Introduction to SvelteKit: The Frontend Framework of The Future”. Acara ini diselenggarakan di IndigoHub Makassar dan dihadiri oleh 20 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para developer dalam penggunaan SvelteKit. Keterampilan ini sangat penting untuk mempersiapkan para developer dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin kompleks di masa yang akan datang.

Nurman Awaluddin, seorang frontend developer menjadi pembicara utama dalam acara ini. Dalam pemaparannya, Nurman menjelaskan berbagai keunggulan Svelte mulai dari dasar-dasar penggunaan framework hingga praktik langsung dalam routing, rendering server-side, client-side, dan integrasi Antarmuka Pemrograman Aplikasi (API). Materi yang disampaikan bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang cara kerja Svelte dalam pengembangan aplikasi web modern.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Meningkatkan Kekayaan Bersih?

“Svelte adalah solusi yang sangat relevan untuk kebutuhan frontend saat ini. Dengan pendekatan yang lebih sederhana dan efisien, kita dapat membangun aplikasi yang lebih cepat dan lebih baik. Saya berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan ini dalam proyek mereka masing-masing,” ujar Nurman Awaluddin. 

Sesi diskusi memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan jawaban langsung dari pemateri. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk berkontribusi lebih aktif dalam pengembangan teknologi informasi di Makassar. Kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk mendukung pengembangan keterampilan digital dan mempercepat literasi teknologi di kalangan generasi muda.

Telkom Indonesia, melalui dukungan dari program Indigo sebagai partner acara ini berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. “Coconut Open Class merupakan salah satu bentuk dukungan kami untuk mempersiapkan developer handal di Makassar, semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas karya para developer dan menjadi langkah awal untuk masuk ke ekosistem startup digital” ujar Patricia Eugene Gaspersz, Senior Manager Indigo.

Baca Juga :  70% UMKM Indonesia Masih Bingung Digitalisasi, Sribu Tawarkan Solusi Lewat Freelancer Lokal

Sejak tahun 2013 hingga saat ini, program Indigo https://indigo.id/ telah membantu lebih dari 200 perusahaan rintisan digital di Indonesia dengan memberikan dukungan berupa pendanaan, mentoring, akses ke jaringan investor, hingga membuka jalan bagi startup digital untuk berkolaborasi dengan Telkom. 

Melalui program Indigo, Telkom berkomitmen untuk mendukung ekosistem startup digital yang dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia. Tujuannya agar startup berperan dalam penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi  pada ekonomi yang berkelanjutan melalui solusi dan inovasi yang ditawarkannya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%
Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:00 WIB

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Berita Terbaru