Underwater Drone Mendukung Inspeksi Bawah Laut Offshore Migas

- Editor

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Indonesia — Industri minyak dan gas mengandalkan berbagai infrastruktur bawah laut yang memerlukan inspeksi rutin untuk mendeteksi potensi korosi, kerusakan struktur, marine growth, hingga indikasi kebocoran.

Di Indonesia, proses inspeksi ini menjadi semakin menantang mengingat kondisi perairan yang dinamis serta tingginya standar keselamatan kerja di sektor energi.

Tantangan Inspeksi Bawah Laut di Lingkungan Offshore

Selama ini, inspeksi bawah laut umumnya dilakukan melalui penyelaman atau penggunaan ROV industri berukuran besar. Meskipun metode tersebut masih menjadi bagian penting dalam operasional offshore, keduanya memiliki keterbatasan, mulai dari risiko keselamatan penyelam, durasi kerja yang terbatas, hingga biaya mobilisasi yang tinggi. Kondisi ini membuat inspeksi tidak selalu dapat dilakukan sesering yang dibutuhkan untuk pemantauan preventif.

Underwater Drone sebagai Pendukung Inspeksi Offshore

Untuk mendukung proses inspeksi yang lebih aman dan efisien, Halo Robotics memperkenalkan solusi underwater drone (ROV) modern yang dirancang untuk melengkapi metode inspeksi bawah laut yang sudah ada. Teknologi ini memungkinkan inspeksi awal dan pemantauan rutin dilakukan langsung dari permukaan, sehingga penyelaman dapat difokuskan pada area yang benar-benar memerlukan pemeriksaan lanjutan atau tindakan langsung.

Baca Juga :  Kembali Hadir di Samarinda, Port Academy Gelar Training IMSBC Code

Operasional Fleksibel di Berbagai Kondisi Perairan

Underwater drone generasi terbaru, termasuk model seperti FIFISH E-MASTER, dirancang dengan stabilitas tinggi dan sistem navigasi presisi, sehingga mampu beroperasi di berbagai struktur dan komponen bawah laut pada fasilitas offshore. Perangkat ini membantu menjangkau area yang sulit diakses dengan metode konvensional, termasuk pada kondisi perairan dengan visibilitas terbatas.

Visual Resolusi Tinggi dan Dukungan Analisis

Dari sisi kemampuan, underwater drone modern dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi yang mendukung pengambilan visual di kondisi minim cahaya, serta pencahayaan tambahan untuk lingkungan bawah laut yang gelap. Dukungan sensor visual dan teknologi berbasis AI membantu proses analisis kondisi struktur secara lebih cepat dan akurat, sementara daya tahan operasional yang memadai memungkinkan inspeksi dilakukan secara efisien hingga ke kedalaman kerja offshore.

Mendukung Keselamatan Kerja

Dengan pengoperasian sepenuhnya dari permukaan, teknologi underwater drone membantu mengurangi paparan risiko bagi penyelam, tanpa menghilangkan peran mereka sebagai tenaga ahli dalam inspeksi dan perbaikan bawah laut. Pendekatan ini sejalan dengan praktik keselamatan kerja, di mana inspeksi awal dan pemantauan rutin dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum penyelaman dilakukan bila diperlukan.

Baca Juga :  Shaun the Sheep Ramaikan Hublife Taman Anggrek Residences

Efisiensi Mobilisasi dan Pemantauan Preventif

Selain itu, underwater drone dapat dioperasikan dari kapal kecil, jetty, atau langsung dari platform tanpa memerlukan kapal pendukung besar. Fleksibilitas ini membantu menekan biaya mobilisasi dan memungkinkan inspeksi dilakukan lebih sering sebagai bagian dari pemeliharaan preventif maupun respons cepat terhadap kondisi tertentu, seperti setelah cuaca ekstrem atau kejadian tak terduga.

Pendekatan Modern untuk Inspeksi Bawah Laut

Dengan kombinasi kemudahan operasional, visual resolusi tinggi, serta dukungan analisis yang lebih efisien, underwater drone menjadi alat pendukung penting dalam ekosistem inspeksi bawah laut modern. Melalui pendekatan ini, Halo Robotics mendukung upaya peningkatan keselamatan, efisiensi operasional, dan keandalan inspeksi bawah laut di industri offshore Indonesia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek
Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:00 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Berita Terbaru