Update Kripto Hari Ini: Regulasi Melonggar tapi Pasar NFT Turun 63% di Kuartal Pertama 2025

- Editor

Sabtu, 29 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia aset digital mencatat sejumlah perkembangan penting di pekan terakhir Maret 2025. Dua regulator besar Amerika Serikat, FDIC dan CFTC, resmi melonggarkan sejumlah aturan terkait aktivitas kripto, memberikan ruang gerak lebih luas bagi lembaga keuangan. Di saat yang sama, SEC mengumumkan penutupan penyelidikan terhadap Crypto.com tanpa tindakan lebih lanjut. Namun, kondisi pasar NFT menunjukkan tren sebaliknya, dengan penurunan tajam hingga 63% dibanding tahun lalu.

FDIC dan CFTC Beri Sinyal Positif bagi Industri Kripto

Langkah signifikan datang dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), yang dalam surat tertanggal 28 Maret, menyatakan bahwa lembaga keuangan yang berada di bawah pengawasannya kini tidak lagi diwajibkan mengajukan persetujuan sebelumnya untuk terlibat dalam aktivitas terkait aset kripto. 

Aktivitas yang dimaksud mencakup penyimpanan aset digital, pengelolaan stablecoin, penerbitan token, hingga keterlibatan dalam sistem pembayaran berbasis blockchain.

Sementara itu, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menegaskan bahwa derivatif aset digital tidak akan diperlakukan secara berbeda dibanding derivatif konvensional. Pendekatan ini menunjukkan adanya konsistensi regulasi yang mendukung inklusi aset digital dalam sistem keuangan arus utama.

Baca Juga :  Visidata dan Tableau Gelar Workshop Tata Kelola Data di BINUS University

SEC Tutup Penyelidikan terhadap Crypto.com

Kabar menggembirakan juga datang dari Securities and Exchange Commission (SEC), yang resmi menutup penyelidikan terhadap Crypto.com tanpa menjatuhkan sanksi hukum. 

CEO perusahaan, Kris Marszalek, menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), seraya mengungkapkan bahwa perusahaan sempat menghadapi berbagai tekanan selama masa investigasi.

SEC juga diketahui mencabut gugatan perdata terhadap Cumberland DRW, mempertegas sinyal bahwa pendekatan regulator terhadap industri kripto kini mulai mengalami perubahan.

Pasar NFT Terkoreksi Tajam

Di tengah kabar positif dari sisi regulasi, pasar non-fungible token (NFT) justru mengalami tekanan signifikan. Menurut data dari CryptoSlam, total penjualan NFT secara global pada kuartal pertama 2025 hanya mencapai $1,5 miliar, jauh menurun dari $4,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Maret 2025 mencatat penurunan terdalam dengan volume hanya $373 juta.

Sumber: CryptoSlam

Meski demikian, beberapa koleksi seperti Pudgy Penguins, Doodles, dan Milady Maker menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Sebaliknya, koleksi besar seperti CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club (BAYC) mengalami penurunan penjualan masing-masing sebesar 47% dan 61% dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga :  Proyek BRI Ragunan yang dibangun oleh PTPP terpilih sebagai Proyek Strategis yang Menerapkan Lean Construction; Komitmen PTPP dalam Menerapkan Inovasi Manajemen Konstruksi di Indonesia

Penutup

Serangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa tahun 2025 membuka peluang baru bagi industri kripto, terutama dari sisi regulasi yang kini lebih adaptif. Namun, pasar tetap menghadapi tantangan, terutama dalam hal daya tarik koleksi digital seperti NFT. 

Dengan kebijakan yang mulai mendukung dan tekanan hukum yang mereda, pelaku industri kini memiliki momentum baru untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi di sektor aset digital.

Bagi kamu yang ingin ikut memanfaatkan momentum di pasar kripto, Bittime bisa menjadi pilihan tepat. Sebagai aplikasi investasi kripto berlisensi, Bittime menyediakan akses mudah dan aman untuk trading berbagai aset kripto, termasuk token populer seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, dan banyak koleksi meme coin lainnya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif
Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta
KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025
Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh
Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil
BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:01 WIB

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:00 WIB

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal

Berita Terbaru