Pawai Budaya Naik Dango II: Simbol Syukur dan Promosi Wisata Pontianak

- Editor

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Algarinews.com – PONTIANAK KALBAR – Kota Pontianak kembali menjadi saksi kemeriahan budaya Dayak dalam gelaran Pawai Budaya Naik Dango II tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Sabtu (26/4/2025). Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi medium strategis promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.

 

Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, secara simbolis melepas rombongan peserta pawai dari kawasan Rumah Betang di Jalan Letjen Sutoyo. Rute pawai kemudian melintasi sejumlah jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani I dan Jalan Sultan Abdurrahman, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Rumah Radangk, Jalan Sultan Syahrir.

Meski hujan mengguyur saat pelepasan, antusiasme para peserta tak surut. Puluhan kendaraan hias dari enam kontingen DAD kecamatan se-Kota Pontianak tampil memukau, membawa ornamen khas, kostum adat, serta atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan etnis Dayak di Kalimantan Barat.

Dentuman musik tradisional menggema di sepanjang rute pawai, mengiringi langkah para penari dan pemusik yang menyatu dalam harmoni kultural. Pengamanan dan pengawalan jalannya kegiatan dilakukan oleh personel Polresta Pontianak, sementara dua unit pemadam kebakaran swasta disiagakan guna mendukung kelancaran acara.

Baca Juga :  Polda Kalbar Laksanakan Jumpa Pers Terkait Penanganan Tindak Pidana Pemilu tahun 2023-2024

Ketua Panitia Naik Dango II, Vinsensius Lintas, menyampaikan bahwa kegiatan pawai merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Naik Dango yang mengakar kuat dalam budaya Dayak Kanayatn.

“Agenda pawai budaya ini bertujuan mendukung promosi pariwisata budaya di Pontianak sekaligus mengenalkan kekayaan tradisi Dayak kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan. Partisipasi aktif dari enam DAD kecamatan dan sanggar-sanggar budaya adalah cerminan komitmen bersama menjaga dan merawat jati diri budaya kita,” ujar Vinsensius.

Usai pawai, prosesi dilanjutkan dengan ritual adat Ngantat Panompok, yakni seremoni sakral yang melambangkan penghormatan terhadap hasil pertanian. Enam kontingen DAD kecamatan berpartisipasi dalam prosesi ini, diiringi musik tradisional seperti gamelan bambu dan suling Dayak.

Ngantat Panompok, secara filosofis berarti “mengantar hasil panen ke tempat penyimpanan” — sebuah ekspresi rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) dan para leluhur atas keberhasilan musim tanam tahun lalu. Dalam prosesi ini, digelar pula tarian panompok sebagai simbol penghormatan dan doa untuk musim tanam berikutnya.

Baca Juga :  Polda Kalbar Gelar Jumpa Pers Penangkapan Pengedar Narkoba di Pontianak dengan Barang Bukti 15 Kg Sabu

“Ritual ini bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat historis tentang perjuangan leluhur Dayak, dari menanam hingga memanen. Prosesi ini sekaligus mengajarkan nilai-nilai spiritual dan ekologis yang sudah diwariskan turun-temurun,” terang Vinsensius.

Pawai budaya dan ritual adat turut dihadiri tamu lintas etnis serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak, memperkuat nilai keberagaman dan kohesi sosial antarwarga.

Panitia mengapresiasi dukungan Polresta Pontianak dan seluruh pihak yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan Naik Dango II. Di akhir acara, panitia juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas, kebersihan, serta nilai-nilai toleransi yang telah menjadi fondasi kehidupan berbudaya di Kota Pontianak.

Jn//98

Berita Terkait

HUT BRI Ke-130 : Fokus Pada Pemulihan dan Kemanusiaan
HUT Bank BRI Ke- 130 : BRI BO Fatmawati Fokus Pada Pemberdayaan UMKM
Nenek Pelaku Percobaan Tindak Pidana Yang Tidak Mampu Berharap Keadilan Kebijaksanaan Serta Penilaian APH Berdasarkan Fakta Dan Hati Nurani
Presiden Pastikan Pangan Aman dan Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh
Hebat Arifin/Aseng kayu dan RB Rizal back Bandar Judi Togel Diduga Dilindungi Kapolres Deliserdang
Diduga Ada Pungli Tak Terima Diberitakan Kordinator Penyuluhan Pertanian Kota Bandar Lampung Inisial Ds Provokasi Warga Poktan Hingga Mengintimidasi Wartawan
Wo Peraturan Kapolri Yang Di Keluarkan Sendiri Oleh INSTITUSI POLRI: Namun Tidak Pernah Di Jalankan
King Badak: Minta Ketua SPN DPC Lebak Agar Belajar Lagi Tentang Hak Ormas Dan LSM
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 09:50 WIB

HUT BRI Ke-130 : Fokus Pada Pemulihan dan Kemanusiaan

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:35 WIB

HUT Bank BRI Ke- 130 : BRI BO Fatmawati Fokus Pada Pemberdayaan UMKM

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:32 WIB

Nenek Pelaku Percobaan Tindak Pidana Yang Tidak Mampu Berharap Keadilan Kebijaksanaan Serta Penilaian APH Berdasarkan Fakta Dan Hati Nurani

Senin, 8 Desember 2025 - 07:36 WIB

Presiden Pastikan Pangan Aman dan Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh

Minggu, 7 Desember 2025 - 00:31 WIB

Hebat Arifin/Aseng kayu dan RB Rizal back Bandar Judi Togel Diduga Dilindungi Kapolres Deliserdang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:50 WIB

Diduga Ada Pungli Tak Terima Diberitakan Kordinator Penyuluhan Pertanian Kota Bandar Lampung Inisial Ds Provokasi Warga Poktan Hingga Mengintimidasi Wartawan

Senin, 1 Desember 2025 - 21:39 WIB

Wo Peraturan Kapolri Yang Di Keluarkan Sendiri Oleh INSTITUSI POLRI: Namun Tidak Pernah Di Jalankan

Rabu, 26 November 2025 - 09:36 WIB

King Badak: Minta Ketua SPN DPC Lebak Agar Belajar Lagi Tentang Hak Ormas Dan LSM

Berita Terbaru