Dukung Aksi Konservasi, Brand Kini Bisa Pilih Skema CSR Bersama LindungiHutan

- Editor

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 8 Mei 2025 — Di tengah meningkatnya tekanan lingkungan dan ekspektasi konsumen terhadap keberlanjutan, brand kini didorong untuk tidak sekadar menjual, tetapi juga berkontribusi.

Melalui program Collaboratree, LindungiHutan memberikan jalan bagi perusahaan untuk terlibat langsung dalam konservasi lingkungan melalui tiga skema kolaborasi, yakni Product Bundling, Service Bundling, dan Project Partner.

Bentuk kolaborasi ini memberi fleksibilitas pada perusahaan untuk memilih keterlibatan sesuai lini bisnis mereka. Ini termasuk pilihan menggabungkan produk dengan aksi tanam pohon, menyisipkan kontribusi konservasi dalam layanan digital, atau membangun proyek jangka panjang di lokasi terdampak krisis iklim.

Hingga awal Mei 2025, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di 40+ lokasi dari pesisir, hutan adat, hingga taman nasional, dengan lebih dari 400 ton CO₂eq terserap secara kolektif.

Salah satu brand lokal mengadopsi Product Bundling dengan setiap produk yang dibeli mewakili satu pohon tertanam. Konsumen pun dapat melihat laporan digital perkembangan pohonnya, mulai dari lokasi tanam, jenis spesies, hingga dampak karbon yang dihasilkan.

Baca Juga :  KAI Daop 4 Semarang Raih Dua Penghargaan dalam Semarang Marketing Festival 2025

Sementara itu, perusahaan teknologi finansial menggandeng LindungiHutan lewat Service Bundling, di mana tiap transaksi layanan tertentu mendanai kegiatan penghijauan di area yang telah mengalami abrasi parah.

Bagi perusahaan yang ingin memberi dampak jangka panjang, skema Project Partner menjadi pilihan strategis. Dalam kerja sama ini, perusahaan tidak hanya mendanai, tetapi juga mendesain proyek konservasi berbasis komunitas bersama LindungiHutan, termasuk perencanaan lokasi, jenis vegetasi, dan pelibatan petani lokal sebagai penggerak lapangan.

“Brand kini melihat keberlanjutan bukan sekadar citra, tapi bagian dari sistem nilai. Collaboratree membantu menjembatani niat baik itu dengan aksi nyata di lapangan,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.

Dampak program ini tidak hanya tercatat secara ekologis, tetapi juga sosial. Data dari LindungiHutan menunjukkan bahwa pendapatan petani lokal meningkat hingga 23%, sementara lebih dari 120 penggerak lingkungan telah terlibat secara aktif di lokasi tanam. Kolaborasi ini pun mendukung langsung pencapaian 7 dari 17 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, dan aksi iklim.

Baca Juga :  2025 Media x Space: Beyond Illumination – Menyelami Seni Cahaya sebagai Pengetahuan, Transformasi, dan Energi

Aminul Ichsan, Kepala Yayasan LindungiHutan, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak. “Ini bukan soal menanam pohon dalam jumlah besar saja, tapi soal menumbuhkan ekosistem kolaborasi. Karena satu pihak tak bisa mengubah segalanya, tapi kolaborasi bisa.”

Dengan latar belakang lebih dari 600 mitra hijau yang telah bergabung, termasuk UMKM, perusahaan multinasional, kampus, dan komunitas lokal, LindungiHutan memperkuat posisi sebagai platform konservasi kolaboratif berbasis teknologi, dengan prinsip keterbukaan, fleksibilitas, dan pemberdayaan masyarakat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 11:00 WIB

Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Berita Terbaru