MIND ID Ajak Masyarakat Jaga Laut

- Editor

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIND ID, Holding Industri Pertambangan Indonesia, konsisten menjalankan operasional pertambangan laut secara bertanggung jawab. Program keberlanjutan juga dijalankan guna memastikan ekosistem laut tetap terjaga setelah kegiatan pertambangan direalisasikan.

Melalui ajang Rakernis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP pada 15 Juli 2025, MIND ID menghadirkan booth edukasi bertema “Menjaga Laut Lewat Aksi Nyata”, yang dikunjungi langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan disambut oleh Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan.

Trenggono mengapresiasi langkah MIND ID dalam mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan laut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan guna mendukung program pengendalian iklim.

Trenggono menyampaikan bahwa kegiatan penciptaan nilai tambah ekonomi di ruang laut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dibarengi dengan berbagai program perlindungan. Dengan demikian, ekosistem hayati dan kekayaan daya alam di dalam laut dapat terus dilestarikan dalam jangka panjang.

“Kita harus mulai langkah bersama untuk dapat melakukan penataan yang lebih baik. Sehingga kegiatan reklamasi, konservasi, industri hingga pariwisata dapat dijalankan secara bersama agar kontribusi yang dihasilkan dari laut dapat semakin besar ke depannya, termasuk untuk penjagaan iklim,” sebutnya.

Baca Juga :  Siloam Hospitals TB Simatupang Jadi Rumah Sakit Swasta Pertama di Jakarta yang Hadirkan Alat Laboratorium TEG untuk Perkuat Diagnostik Kardiovaskular dan Kehamilan Berisiko Tinggi

Dany menyampaikan bahwa ruang laut memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, khususnya bagi Grup MIND ID yang juga memiliki izin operasional tambang di area laut.

MIND ID berkomitmen untuk konsisten menjalankan operasional di ruang laut secara bertanggung jawab dengan menjalanlan program pasca tambang di ruang laut secara komprehensif.

“Laut merupakan daerah operasional yang menyimpan banyak potensi, dan kami hadir untuk memberikan manfaat ekonomi, sekaligus juga proaktif menjalankan berbagai kegiatan pelestarian laut untuk diwariskan ke generasi masa depan,” katanya.

Dany menyampaikan bahwa MIND ID menghadirkan edukasi booth yang menampilkan informasi terkait operasional pertambangan laut di Bangka Belitung, hingga Interactive Box.

Pengunjung dapat mempelajari tentang operasional pertambangan timah di Bangka Belitung yang menggunakan Bucket Line Dredges, Kapal Isap Produksi, dan Bucket Wheel Dredges, yang mampu menambang di kedalaman laut hingga 75 meter.

Kapal-kapal ini memenuhi standar lingkungan ketat guna memastikan produksi mineral tetap berkelanjutan tanpa merusak ekosistem laut, dan telah menjadi kontributor utama sebesar 52% bagi produksi timah di PT Timah Tbk.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik siapkan Skema Block Space

Realisasi program keberlanjutan di perairan Bangka Belitung juga dijalankan untuk mendukung penguatan ekosistem hayati, dengan program transplantasi terumbu karang, pemasangan fish shelter, hingga penempatan artificial reef.

Selanjutnya, pengunjung dapat melihat berbagai dokumentasi program keberlanjutan lainnya, seperti penanaman mangrove untuk melindungi pesisir, pembinaan nelayan, hingga pembangunan fish shelter sebagai rumah biota laut.

Di akhir, pengunjung akan menemukan sebuah cermin dalam kotak yang memuat pesan ajakan untuk melakukan aksi nyata menjaga laut. Sebuah pesan ajakan untuk menjalankan tindakan nyata yang berdampak bagi pelestarian laut, seperti pengurangan sampah plastik.

Dany menuturkan bahwa MIND ID tidak hanya menampilkan capaian program, tetapi juga proaktif menyisipkan pesan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga laut.

“Laut adalah penghubung bagi Indonesia yang memiliki ribuan pulau. Sifatnya sama seperti MIND ID yang menjadi penghubung bagi penciptaan nilai tambah sumber daya alam mineral Indonesia, agar menjadi sebuah produk akhir yang memiliki nilai manfaat lebih tinggi dalam mendukung pembangunan peradaban masa depan,” pungkas Dany.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru