SUCOFINDO Tegaskan Komitmen Industri Sawit yang Halal dan Berdaya Saing Lewat Kolaborasi Multipihak

- Editor

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampit – Dalam upaya mendorong akselerasi sertifikasi halal untuk produk turunan sawit, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO), PT SUCOFINDO (PERSERO) siap mendukung para pelaku usaha sawit dalam proses sertifikasi halal melalui perannya sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Komitmen ini diwujudkan dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menuju Industri Sawit yang Halal dan Berdaya Saing” di Sampit, Kalimantan Tengah.

Kepala Unit Halal PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Suryanto menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga jasa penunjang, seperti PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam menyukseskan program sertifikasi halal nasional, khususnya untuk industri sawit. “Sertifikasi halal untuk produk sawit sangat penting guna memastikan kehalalan dan keamanan konsumsi bagi masyarakat Muslim. Proses ini mencangkup kebersihan tempat pengolahan, pengemasan, kesesuaian alat yang digunakan, hingga penyimpanannya yang bebas dari kontaminasi bahan yang diharamkan,” jelas Agus Suryanto.

Lebih lanjut, Agus Suryanto menekankan bahwa sertifikasi halal tidak hanya sebatas kewajiban regulatif, tetapi juga peluang strategis. “Melalui sertifikasi halal, produk sawit Indonesia akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global. Karena itu, melalui FGD ini, kami membuka ruang diskusi untuk mencari solusi bersama dalam mendukung pelaku industri sawit, khususnya di Kalimantan Tengah, agar dapat memenuhi kewajiban sertifikasi halal secara tepat waktu dan efisien,” tambahnya.

Baca Juga :  Hari Pelanggan Nasional 2025, KAI Divre III Palembang Sapa Langsung Penumpang di Stasiun Kertapati.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Perkebunan, Muhamad Rus’an menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sawit halal dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk petani swadaya, memperkuat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan sistem geospasial, serta penyusunan Rancangan Aksi Daerah (RAD) Sawit Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menciptakan ekosistem industri sawit yang legal dan kompetitif secara global,” paparnya.

Pendampingan Sertifikat Halal untuk Sawit

PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) turut menyampaikan komitmennya untuk mendampingi industri sawit melalui layanan inspeksi, pengujian, dan sertifikasi, termasuk audit sistem halal, pengujian laboratorium, dan pendampingan teknis penyusunan dokumen halal.

“Komitmen kami sebagai LPH tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga pendampingan menyeluruh kepada pelaku usaha sawit agar siap menghadapi kewajiban sertifikasi halal secara nasional bagi pelaku usaha menengah dan besar produk makanan dan minuman yang sudah diberlakukan secara penuh pada tahun 2024,” tutur Agus Suryanto.

Baca Juga :  Semangat ESG, KAI Daop 8 Surabaya dan Tarakanita Wujudkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan di Stasiun Surabaya Gubeng

Dalam paparannya, Agus Suryanto memperkenalkan beberapa layanan utama yang relevan dengan kebutuhan industri sawit, seperti pemeriksaan dan sertifikasi halal untuk Produk CPO, CPKO, dan turunannya, pengujian bahan baku melalui laboratorium, Audit Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), sosialisasi perundangan terkait halal dan workshop aplikasi SIHALAL.

“Dalam audit halal, ada beberapa aspek penting yang harus diperiksa antara lain setiap bahan baku yang digunakan tentu harus berasal dari sumber yang halal. Kemudian yang sering kali belum menjadi perhatian para pelaku usaha adalah pada proses produksi kelapa sawit. Proses produksi harus dipastikan tidak ada kontaminasi dengan bahan haram atau najis. Hal ini mencakup penggunaan alat produksi yang bersih dan tidak digunakan bersama dengan produk yang tidak halal. Proses penyimpanan, pengolahan, dan distribusi pun harus diperhatikan untuk menjaga kehalalan produk,” terang Agus Suryanto.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?
PhotoBebaz Dorong Format “Designed Experience” di Tengah Social Media Fatigue
Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM
Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global
Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

PhotoBebaz Dorong Format “Designed Experience” di Tengah Social Media Fatigue

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

Senin, 27 April 2026 - 08:00 WIB

Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Berita Terbaru

Bisnis

Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

Senin, 27 Apr 2026 - 09:00 WIB