BTC Berpeluang 50% Tembus US$140K Bulan Ini, Model Historis Beri Clue

- Editor

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan utama di pasar aset digital setelah seorang ekonom, Timothy Peterson, merilis hasil simulasi historis yang menunjukkan peluang signifikan bagi harga BTC untuk menembus level US$140.000 pada akhir Oktober 2025.

Menurut laporan yang dikutip dari Cointelegraph, Peterson menggunakan ratusan simulasi berbasis data historis harian Bitcoin sejak tahun 2015. Hasilnya cukup mengejutkan: 50% skenario menunjukkan harga BTC bisa berada di atas US$140.000 pada akhir bulan, sementara sekitar 43% skenario lainnya memperkirakan harga justru akan ditutup di bawah US$136.000.

Dengan harga BTC saat ini yang masih berada di kisaran US$122.000, kenaikan sekitar 14,7% dibutuhkan untuk mencapai target ambisius tersebut. Walaupun peluang ini terbilang tinggi, volatilitas yang menjadi ciri khas pasar kripto membuat para investor tetap harus berhati-hati.

Sentimen Pasar Kripto Menguat

Peluang naiknya harga Bitcoin tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung. Beberapa analis menilai optimisme investor masih tinggi menjelang kuartal keempat, periode yang secara historis dikenal sebagai salah satu musim bullish bagi BTC.

Selain itu, meningkatnya adopsi institusional dan penguatan narasi Bitcoin sebagai “emas digital” turut memperkuat ekspektasi. Sejumlah perusahaan keuangan global pun semakin banyak menawarkan produk berbasis Bitcoin, yang berpotensi memperluas akses dan minat investor baru.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Negara: BINUS @Bandung, BINUS ASO School of Engineering, Faculty of Engineering dan Arizona State University Inisiasi Program EPICS

Namun demikian, tidak sedikit juga pihak yang mengingatkan potensi risiko. Ketidakpastian kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta regulasi yang terus berkembang menjadi variabel yang dapat memengaruhi pergerakan harga secara signifikan.

Pentingnya Akses Data dan Investasi yang Aman

Bagi investor ritel, akses terhadap informasi dan data pasar yang akurat menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi, terutama ketika harga kripto bergerak dengan cepat. Di sinilah peran aplikasi investasi menjadi sangat penting.

Salah satu aplikasi investasi yang semakin populer di Indonesia adalah Nanovest. Melalui Nanovest, investor tidak hanya bisa memantau pergerakan aset kripto seperti Bitcoin, tetapi juga saham Amerika Serikat dan emas digital dalam satu aplikasi. Hal ini memberikan keleluasaan bagi investor untuk melakukan diversifikasi portofolio, yang merupakan strategi penting dalam mengurangi risiko.

Bagi yang baru ingin memulai perjalanan investasi, Nanovest menawarkan kenyamanan sekaligus keamanan. Investor tidak perlu khawatir soal risiko cybercrime karena aset di Nanovest telah dilindungi oleh asuransi Sinarmas. Selain itu, aplikasi ini telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga terjamin kredibilitas dan legalitasnya.

Baca Juga :  KAI Daop 4 Semarang Kembali Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis Menggunakan Rail Clinic di Stasiun Kedungjati

Nanovest juga mudah diakses karena sudah tersedia di Play Store maupun App Store, menjadikannya pilihan tepat baik untuk pemula maupun investor berpengalaman yang ingin terus memantau peluang di pasar.

Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan

Apabila prediksi Peterson benar, Oktober ini bisa menjadi salah satu momen bersejarah bagi Bitcoin. Lonjakan harga hingga menembus US$140.000 tentu akan semakin memperkuat narasi bullish dan menarik lebih banyak investor baru ke pasar kripto.

Namun, peluang 50% juga berarti ada kemungkinan yang sama besar bagi BTC untuk tidak mencapai level tersebut. Karena itu, investor disarankan tetap menggunakan pendekatan bijak, mengelola risiko, dan tidak hanya bergantung pada prediksi semata.

Bagi para penggiat investor yang ingin ikut merasakan momentum pasar ini, penggunaan platform investasi yang aman dan terpercaya menjadi langkah awal yang bijaksana. Dengan Nanovest, pengguna bisa mulai mengeksplorasi aset kripto sekaligus memperluas wawasan ke instrumen lain seperti saham global dan emas digital.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali
Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan
Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional
AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha
“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:00 WIB

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Senin, 27 April 2026 - 20:00 WIB

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Berita Terbaru