Bittime Listing DoubleZero ($2Z) dan 0G Network ($0G), Hadirkan Kecepatan Data dan Kekuatan AI Terdesentralisasi

- Editor

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 Oktober 2025 – Teknologi blockchain terus berevolusi, menawarkan efisiensi dan kapabilitas jaringan. Bersama dengan ini, DoubleZero dengan token $2Z dan 0G Network dengan token $0G yang kini dapat diperjual-belikan di Bittime, menjanjikan peningkatan signifikan pada kecepatan jaringannya.

Masing-masing proyek ini dirancang secara spesifik untuk mengatasi hambatan teknologi yang ada dan memperluas potensi ekosistem digital terdesentralisasi.

Lebih lanjut, $2Z berfokus pada peningkatan kecepatan dan keandalan komunikasi di seluruh ekosistem blockchain. Proyek ini dirancang untuk menciptakan koneksi data yang jauh lebih cepat dan stabil, mengatasi masalah latensi yang sering menghambat kinerja aplikasi on-chain. 

Selain itu, $2Z memiliki peran sebagai alat tukar untuk mengakses layanan jaringan, memberikan reward kepada para kontributor yang menyediakan bandwidth, serta memelihara keamanan jaringan melalui mekanisme staking. Keunggulan ini menjadikan  $2Z sebagai fondasi yang kokoh untuk berbagai aplikasi penting, mulai dari trading berkecepatan tinggi, validasi transaksi, hingga layanan yang membutuhkan respons real-time.

Baca Juga :  Prodia Hadirkan Advanced Lipid Profile dengan Report Komprehensif, Bantu Masyarakat Pahami Arti di Balik Angka Kolesterol

Sementara itu, $0G merupakan token native dari blockchain Layer 1 dan sistem operasi AI terdesentralisasi yang revolusioner. Proyek ini secara khusus dikembangkan untuk menunjang berbagai aplikasi kecerdasan buatan atau AI yang berjalan di jaringan on-chain.

Hadir sebagai respons atas tantangan skalabilitas dan biaya operasional tinggi yang lazim terjadi ketika menjalankan AI pada blockchain konvensional. Berkat desain teknologinya, $0G Network mampu memproses volume data yang besar dengan lebih cepat dan efisien. 

Meskipun memiliki fokus teknologi yang berbeda, kedua proyek ini memiliki kesamaan filosofis yang krusial, yaitu keinginan untuk menciptakan fondasi blockchain yang lebih superior. Sebab, keduanya menawarkan solusi infrastruktur dasar yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan teknis demi mewujudkan ekosistem Web3. 

Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, resmi melisting kedua token tersebut pada platformnya. Dengan menghadirkan kedua token ini, Bittime tidak hanya menyediakan beragam pilihan bagi para investor, tetapi juga memperlihatkan evolusi aset kripto yang terus berinovasi, menggabungkan teknologi canggih dengan ekspresi budaya yang unik.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari, KAI Daop 8 Surabaya Tutup Lima Perlintasan Liar Di Wilayah Bojonegoro, Bukti Komitmen Pada Keselamatan

Langkah ini menjadi bukti bahwa Bittime terus mengikuti perkembangan industri kripto global, menghadirkan aset-aset dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan peran yang jelas dalam ekosistem digital.

Tentu perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru