Pentingnya Strategi Bertahan Investor Aset Kripto Di Tengah Momen Depresiasi Bitcoin

- Editor

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 November 2025 – Pasar aset kripto menunjukkan adanya koreksi harga yang signifikan pada awal pekan ini. Bittime, platform pertukaran aset kripto terkemuka dan berizin di Indonesia tekankan pentingnya strategi jangka panjang masing-masing investor aset kripto.

Pada dasarnya, reli akhir tahun ini secara historis didorong oleh peningkatan likuiditas dan psikologi pasar positif menjelang liburan. Namun, pemulihan kali ini akan sangat bergantung pada kombinasi faktor makroekonomi global dan dinamika internal pasar aset kripto.

Terdapat beberapa faktor pendorong tekanan pada harga aset kripto saat ini. Satu diantaranya adalah aksi jual massal aset Bitcoin yang terjadi baru-baru ini pasca keputusan suku bunga oleh The Fed. Meskipun The Fed telah memangkas suku bunga acuan dan mengisyaratkan penghentian program Quantitative Tightening atau QT pada Desember mendatang. 

Pernyataan ini sontak mengecewakan pasar, yang sebelumnya sangat berharap pada kebijakan moneter yang lebih longgar. Akibatnya, sentimen pasar langsung berbalik negatif, terlihat dari penurunan drastis probabilitas pemotongan suku bunga kedua pada Desember, Perubahan ekspektasi ini memicu gelombang penjualan di pasar aset kripto.

Baca Juga :  Cara Melakukan Senam Kegel Sederhana dan Manfaatnya

Tekanan terhadap Bitcoin semakin diperparah oleh sentimen trader yang terus memburuk. Terlihat pada index Fear and Greed yang juga masih terjebak di zona fear, yakni pada angka 36, mengindikasikan ketidakpastian yang persisten di pasar.

Lebih lanjut, kepercayaan trader institusional tampak memudar, ditandai dengan penarikan dana hampir $800 juta dari produk Exchange Traded Fund atau ETF Bitcoin dan Ethereum sepanjang pekan lalu.

Untuk menghadapi ketidakpastian ini, strategi Dollar Cost Averaging atau DCA seringkali menjadi pilihan bagi para investor dengan risiko lebih kecil. Sebab, strategi ini berarti investor secara rutin menambah jumlah aset yang berarti menurunkan rata-rata harga beli dan mengurangi risiko pembelian di harga puncak.

Dengan strategi diversifikasi dan manajemen risiko yang tepat, investor diharapkan dapat bertahan melewati periode volatilitas. Di sisi lain, kondisi pasar saat ini justru merupakan momentum untuk mulai mengenal dan mempelajari aset kripto sebagai salah satu pilihan alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  Mengenal EV Charger: Kenali Teknologi yang Mengubah Cara Kita Berkendara!

Namun, tentunya, hal tersebut perlu diimbangin dengan edukasi, pemberdayaan, dan akses yang aman bagi masyarakat, khususnya investor pemula. Agar nantinya, aset kripto dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

Dengan semakin luasnya, perkembangan teknologi dan regulasi yang semakin jelas memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia dalam menjelajahi dunia keuangan digital dengan percaya diri.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang resmi dan berlisensi, Bittime, sebagai platform crypto exchange yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia berkomitmen untuk terus mengedukasi dan menghadirkan inovasi berguna bagi masyarakat Indonesia.

Namun, perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing investor.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru