Lonjakan Investor Kripto Tembus 19,08 Juta, Indonesia Dibidik Exchange Global

- Editor

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 12 Desember 2025 — Industri aset kripto Indonesia memasuki fase baru seiring semakin banyaknya exchange global yang mengumumkan rencana ekspansi ke Tanah Air pada 2026. Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menandai perubahan signifikan dalam dinamika persaingan industri.

Daya tarik tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah investor dan kontribusi sektor kripto terhadap perekonomian digital nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Oktober 2025 jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 19,08 juta investor, naik 2,5% dibandingkan September 2025 yang tercatat 18,61 juta investor. Kenaikan ini terjadi meski nilai transaksi bulanan kripto mengalami fluktuasi.

OJK juga mencatat nilai transaksi aset kripto pada November 2025 mencapai Rp37,2 triliun, dengan total transaksi sepanjang 2025 (year to date) sebesar Rp446,77 triliun. Angka tersebut menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap aset digital tetap kuat di tengah dinamika pasar global.

Dari sisi penerimaan negara, sektor ekonomi digital menunjukkan kontribusi yang semakin nyata. Data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga 31 Oktober 2025 mencatat total setoran pajak ekonomi digital mencapai Rp43,75 triliun. Dari jumlah tersebut, aset kripto berkontribusi Rp1,76 triliun, meningkat dibandingkan penerimaan pajak kripto hingga September 2025 yang tercatat Rp1,71 triliun. Tren ini menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan sejak pajak kripto pertama kali diberlakukan pada 2022.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai meningkatnya minat exchange global masuk ke Indonesia tidak terlepas dari kombinasi besarnya basis pengguna, semakin matangnya regulasi, serta kontribusi industri kripto terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Selenggarakan Bersih Lintas Jalur KA Antara Stasiun Surabaya Pasar Turi – Stasiun Kandangan

“Masuknya exchange global dengan dukungan modal besar menunjukkan bahwa Indonesia kini dipandang sebagai pasar strategis di tingkat global. Ini menjadi sinyal positif bahwa ekosistem kripto nasional semakin matang dan dipercaya,” ujar Calvin.

Dinamika Kompetisi Industri Kripto

Calvin menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini sangat berbeda dibandingkan ketika exchange global pertama kali masuk ke Indonesia beberapa tahun lalu. “Ketika kondisi pasar Indonesia masih berada pada fase sangat early. Regulasi belum sejelas sekarang dan tingkat literasi pengguna juga masih berkembang. Kehadiran pemain global saat itu membantu membangun kepercayaan, likuiditas, dan standar industri,” jelasnya.

Namun, dengan regulasi yang lebih mapan dan basis pengguna yang lebih berpengalaman, masuknya exchange global saat ini langsung mempengaruhi struktur persaingan. “Hari ini, masuknya exchange asing tidak lagi sekadar memperluas pasar, tetapi langsung mempengaruhi dinamika kompetisi, mulai dari pricing, likuiditas, teknologi, hingga kecepatan inovasi. Meski demikian, ini tetap positif bagi ekosistem secara keseluruhan,” tambah Calvin.

Strategi Tokocrypto Menyongsong 2026

Menanggapi rencana ekspansi sejumlah exchange global, Tokocrypto menegaskan bahwa perkembangan tersebut telah diantisipasi dalam peta jalan strategis perusahaan. “Masuknya exchange global ke Indonesia sudah kami mapping sejak lama dan menjadi bagian dari strategi utama kami menuju 2026. Fokus kami tetap pada tiga pilar utama: kepatuhan regulasi, penguatan produk berbasis kebutuhan lokal, dan pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan,” ujar Calvin.

Tokocrypto akan memperkuat pengembangan fitur, token, serta kemitraan dengan berbagai mitra lokal, baik di sektor Web3 maupun Web2, termasuk lembaga keuangan tradisional, e-commerce, hingga sektor F&B. “Kami tidak hanya ingin kuat dari sisi trading, tetapi juga dari edukasi, kemudahan onboarding, integrasi Web3, dan pengalaman pengguna yang relevan dengan pasar Indonesia. Dari sisi akuisisi pengguna, kami memilih pertumbuhan yang sehat dan jangka panjang,” tegasnya.

Baca Juga :  Kolaborasi untuk Mendorong UMKM Indonesia dan Bisnis Singapura di TEI 2024

Konsolidasi dan Loyalitas Pengguna

Masuknya exchange global juga diperkirakan akan meningkatkan persaingan di segmen trader bervolume besar, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Tokocrypto. “Kami menyadari kompetisi di segmen high-volume trader akan semakin intens, terutama dari sisi fee, likuiditas, dan produk seperti derivatif dan staking. Namun, bagi banyak trader dan investor, faktor trust, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan tetap menjadi pertimbangan utama,” kata Calvin.

Lebih lanjut, Calvin melihat langkah ini sebagai sinyal fase lanjutan konsolidasi industri kripto nasional. “Ini merupakan proses yang wajar dalam industri yang semakin teregulasi dan membutuhkan skala, modal, serta tata kelola yang kuat. Tokocrypto berada pada posisi yang relatif matang karena telah melalui fase konsolidasi lebih awal,” ujarnya.

Meski brand global memiliki kekuatan besar, Calvin menegaskan loyalitas pengguna kripto di Indonesia tidak semata ditentukan oleh nama besar. “Faktor komunitas, kedekatan lokal, pemahaman budaya, serta konsistensi layanan memainkan peran yang sangat besar. Dengan lebih dari 19 juta investor, atau sekitar 10% dari populasi Indonesia, pasar ini masih sangat luas dan memungkinkan positioning yang berbeda,” tutup Calvin.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil
BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI
Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal
Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual
Merawat Jalur, Investasi Keselamatan: KAI Daop 1 Jakarta Ganti 33,9 Kilometer Rel dan 30 Wesel Sepanjang 2025
ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pengguna Internet WiFi di Pekanbaru Semakin Bertumbuh, Keluarga Butuh Koneksi yang Lebih Stabil

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

BINUS University @Semarang Perluas Ekosistem Pembelajaran Pasar Modal melalui Galeri Investasi BEI

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket H-1 Lebaran Tembus 22.494, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Mudik Lebih Awal

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Pemesanan Tiket Lebaran Terus Meningkat, 178.897 Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 1 Jakarta Telah Terjual

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Merawat Jalur, Investasi Keselamatan: KAI Daop 1 Jakarta Ganti 33,9 Kilometer Rel dan 30 Wesel Sepanjang 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:01 WIB

Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

Berita Terbaru