Kolaborasi untuk Mendorong UMKM Indonesia dan Bisnis Singapura di TEI 2024

- Editor

Jumat, 11 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, Kimming Yap, Managing Director dari Creativeans, tampil sebagai salah satu pembicara utama di Forum Bisnis Indonesia-Singapura. Diskusi ini bertujuan menjembatani hubungan perdagangan antara kedua negara melalui inovasi branding dan strategi ekspansi pasar.

Acara ini juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo
Pratomo, serta Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dr Jerry Sambuaga, yang
turut memberikan dukungan terhadap upaya memperkuat hubungan perdagangan antara
kedua negara. Selain memberikan paparan ekonomi Indonesia selama lima tahun
terakhir dan di masa mendatang, kedua tokoh ini menekankan pentingnya
kolaborasi lintas negara dalam memperluas pasar UMKM Indonesia dan mendukung
masuknya bisnis Singapura ke Indonesia. Acara ini dipandu oleh Yulia Saksen
sebagai host, sementara diskusi panel dimoderasi oleh Edmund Ong, CEO dari BridgifyAsia.

Selain Kimming Yap, diskusi panel ini juga diisi oleh beberapa tokoh penting
lainnya, termasuk Jarius Draslaric, Chairman dari Lifestyle Industry Group
(SMF), yang membahas pentingnya inovasi dan adaptasi di industri gaya hidup
agar produk lokal dapat bersaing di pasar internasional, Shoeb Kagda, Chairman
dari SingCham Indonesia, yang menyoroti peluang perdagangan bilateral dan
sinergi antara pelaku bisnis dari kedua negara, dan Christie Lumban Gaol, Vice
President Corporate Banking di Bank Mandiri, yang membahas peran perbankan
dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui akses pembiayaan dan infrastruktur
keuangan.

Baca Juga :  Anti Ditahan Bea Cukai: Daftar Barang yang Dilarang + Alternatif Aman dalam Pengiriman Luar Negeri

Dalam diskusi tersebut, Kimming Yap menggarisbawahi potensi besar yang
dimiliki UMKM Indonesia untuk berkembang di pasar Singapura, namun menekankan
bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketidaksiapan dari segi branding
dan packaging. 

“Meskipun banyak produk Indonesia yang berkualitas dan siap
bersaing, dari segi pengemasan dan branding, mereka masih memerlukan
peningkatan agar bisa diterima di pasar internasional,” ujar Kimming Yap.
Oleh karena itu, penerapan strategi branding yang tepat sangat dibutuhkan agar
UMKM Indonesia dapat bersaing di kancah global.

Image

Lebih lanjut, Kimming juga membahas peluang yang terbuka lebar bagi
perusahaan Singapura di pasar Indonesia yang berkembang pesat. “Dengan
kerja sama yang strategis dan memahami perilaku konsumen lokal, bisnis
Singapura bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk memperluas pasar mereka di
Indonesia,” jelasnya. Tidak hanya itu, Kimming Yap juga menyoroti
pentingnya kemitraan untuk mengatasi kendala logistik dan rantai pasok yang
sering dihadapi oleh perusahaan lokal di kedua negara.

Baca Juga :  PROPER 2025, Maroef Sjamsoeddin Raih Green Leadership

Forum ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dan pemimpin
bisnis dari Indonesia dan Singapura. Mereka bersama-sama mengeksplorasi peluang
untuk memperkuat perdagangan, membangun platform kolaborasi dinamis, serta
memfasilitasi dialog antara dua negara yang telah menjalin hubungan diplomatik
selama 57 tahun. Berdasarkan data terbaru, nilai perdagangan bilateral mencapai
31 miliar dolar, dengan investasi langsung sebesar 15,4 miliar dolar dari
Singapura ke Indonesia​

Kolaborasi strategis ini diharapkan tidak hanya akan membuka akses pasar
baru, tetapi juga meningkatkan eksposur produk lokal sehingga lebih dikenal di
kancah internasional. Inovasi ini mirip dengan kolaborasi yang telah dilakukan
Creativeans dengan BridgifyAsia, di mana keduanya berkolaborasi untuk
memfasilitasi perusahaan-perusahaan Singapura dalam mengakses pasar Indonesia
dan sebaliknya.

Creativeans adalah award-winning brand consultancy and venture studio
yang telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan global yang berbasis di
Singapura, Jakarta, dan Milan. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam pemasaran
internasional, Creativeans terus berkomitmen untuk memberikan nilai tambah
kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia dan mendukung pertumbuhan bisnis
mereka agar dapat go international.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru