Percepat Penanganan Bencana, Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

- Editor

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 5 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana di Pulau Sumatera. Langkah ini direalisasikan melalui penambahan dukungan alat berat dan sarana prasarana infrastruktur guna mempercepat pembersihan material longsor, pemulihan akses jalan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik.

Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 20.00 WIB,
Kementerian PU mencatat total alat berat yang telah dimobilisasi ke lokasi
terdampak mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit. Penambahan
39 unit alat berat baru ini merupakan bentuk dukungan BUMN Karya membantu
pemulihan dampak bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa
kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk
bergerak cepat menangani dampak bencana, dengan fokus utama pada sektor
konektivitas (jalan dan jembatan), sumber daya air, serta penyediaan air bersih
dan sanitasi.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan
konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian
terpenuhi,” ujar Menteri Dody.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Dukung Gerakan Hijau, PTPN I Bagikan Bibit Bambu di Rekkam Art Festival 2025

Penambahan alat berat difokuskan secara
spesifik pada tiga provinsi prioritas. Di Provinsi Aceh, Kementerian PU
menambah 13 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5
unit dump truck. Seluruh unit tersebut ditempatkan di wilayah yang terdampak
cukup parah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, serta Aceh Tamiang.

Sementara itu, dukungan untuk Provinsi
Sumatera Utara diperkuat dengan penambahan 15 unit ekskavator, 1 unit backhoe
loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit buldoser, dan 1 unit
pickup. Fokus utama penanganan di wilayah ini dilakukan pada ruas-ruas jalan
utama guna membuka kembali akses, salah satunya pada ruas Tarutung–Sibolga.

Berbeda dengan dua provinsi lainnya,
penanganan di Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan penyesuaian kebutuhan di
lapangan. Tambahan 1 unit mini excavator ditempatkan di Kecamatan Tanjung Raya,
Kabupaten Agam. Namun seiring perkembangan positif di lapangan dan demi
efisiensi operasional, Kementerian PU melakukan pengurangan 6 unit ekskavator.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Jadi Perguruan Tinggi Swasta Nomor 1 di Indonesia Yang Berkontribusi Dalam Riset Lintas Disiplin Versi THE Interdisciplinary Science Rankings 2026

Selain melakukan penambahan alat berat,
Kementerian PU juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui
penambahan Jembatan Bailey. Saat ini Jembatan Bailey yang disiagakan menjadi 16
unit yang tersebar di Aceh dari 11 unit menjadi 14 unit.

Adapun di Sumatera Utara, tersedia 2 unit
Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sedangkan di
Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik karena akses jalan utama
telah pulih dan dapat dilalui kembali.

Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya
yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan demi mempercepat pemulihan
infrastruktur, membuka kembali konektivitas wilayah, serta menjamin keselamatan
dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru