Nvidia Perkenalkan Platform Rubin, Superchip AI Generasi Terbaru

- Editor

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Platform Rubin menjadi generasi terbaru superkomputer AI Nvidia dengan Vera Rubin superchip, menawarkan pengurangan biaya GPU dan inference token secara signifikan.

Raksasa teknologi kecerdasan buatan (AI) Nvidia (NVDA) kembali mencuri perhatian dunia setelah secara resmi memperkenalkan superchip generasi terbarunya, Vera Rubin, dalam ajang CES 2026 yang digelar di Las Vegas. Peluncuran ini menjadi langkah strategis Nvidia dalam menjawab lonjakan permintaan komputasi AI, baik untuk kebutuhan training maupun inference yang terus meningkat secara eksponensial.

Vera Rubin merupakan salah satu dari enam chip yang membentuk platform Rubin, generasi terbaru superkomputer AI Nvidia. Dalam satu prosesor, Vera Rubin menggabungkan satu Vera CPU dan dua Rubin GPU, menjadikannya solusi komputasi terintegrasi dengan performa tinggi. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut kehadiran Rubin datang di waktu yang sangat tepat ketika industri AI memasuki fase baru dengan kebutuhan komputasi yang jauh lebih kompleks.

Nvidia memposisikan platform Rubin sebagai fondasi utama untuk pengembangan agentic AI, model penalaran tingkat lanjut, hingga mixture-of-experts (MoE)—sebuah pendekatan AI yang menggabungkan berbagai model “ahli” untuk menjawab pertanyaan secara lebih spesifik dan efisien. Selain Vera CPU dan Rubin GPU, platform ini juga didukung oleh empat chip jaringan dan penyimpanan canggih, seperti NVLink 6 Switch, ConnectX-9 SuperNIC, BlueField-4 DPU, dan Spectrum-6 Ethernet Switch.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara melalui SGN Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Situbondo

Keunggulan utama Rubin terletak pada efisiensinya. Nvidia mengklaim platform ini mampu mengurangi kebutuhan GPU hingga 4 kali lebih sedikit untuk melatih model MoE dibandingkan generasi sebelumnya, Grace Blackwell. Tak hanya itu, biaya inference token juga diklaim turun hingga 10 kali lipat, sebuah faktor penting mengingat pemrosesan token merupakan salah satu komponen paling boros energi dalam pengoperasian model AI skala besar.

Semua komponen tersebut dapat dirangkai dalam Vera Rubin NVL72 server, yang menggabungkan 72 GPU dalam satu sistem. Ketika beberapa NVL72 disatukan, terbentuklah DGX SuperPOD, superkomputer AI berskala masif yang kini menjadi incaran perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, Amazon, hingga Meta. Tak heran jika Nvidia kini menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, meski valuasinya masih berfluktuasi seiring kekhawatiran terhadap potensi gelembung AI.

Baca Juga :  Ellips Luncurkan Kampanye #RambutSiap Diuji untuk Bentuk Perkuat Hair Defense Generasi Muda

Bagi investor, perkembangan teknologi seperti ini menjadi indikator penting dalam membaca arah pasar saham global, khususnya sektor teknologi dan AI. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Aplikasi ini memungkinkan investor Indonesia untuk mengakses berbagai instrumen investasi dalam satu platform yang praktis dan aman.

Jika kamu tertarik memulai investasi di saham global maupun aset kripto, Nanovest bisa menjadi pilihan. Selain telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nanovest juga memberikan perlindungan aset dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Aplikasi Nanovest tersedia di Play Store dan App Store, serta informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi www.nanovest.io.

Dengan perkembangan AI yang kian pesat dan peluang investasi yang semakin luas, memahami teknologi dan memantau pasar melalui platform tepercaya menjadi langkah penting bagi investor masa kini.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi CPCL 2026
BINUS UNIVERSITY Perkuat Ekosistem Talenta Teknologi Indonesia melalui Beasiswa 100%, “StarTech Scholarship”
Sumatera Selatan Percepat Pembangunan Flyover untuk Mendukung Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Tekanan Global Masih Dominan, XAU/USD Berisiko Lanjutkan Koreksi
Ride On Scrubber, Si Kecil Andalan Resclean Buat Lantai Stasiun Bersih
KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake
Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 12:00 WIB

Rayakan 100 Hari Pembelajaran, BINUS SCHOOL Surabaya Berikan Pengalaman Belajar Global di Jawa Timur

Senin, 2 Februari 2026 - 12:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi CPCL 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 12:00 WIB

BINUS UNIVERSITY Perkuat Ekosistem Talenta Teknologi Indonesia melalui Beasiswa 100%, “StarTech Scholarship”

Senin, 2 Februari 2026 - 12:00 WIB

Sumatera Selatan Percepat Pembangunan Flyover untuk Mendukung Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Senin, 2 Februari 2026 - 11:00 WIB

Tekanan Global Masih Dominan, XAU/USD Berisiko Lanjutkan Koreksi

Senin, 2 Februari 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

Senin, 2 Februari 2026 - 07:00 WIB

Memahami Siklus Pasar dalam Pergerakan Harga Aset

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Berita Terbaru