Kejar Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan, Menteri PU Dorong Percepatan Huntara di Aceh

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, 21 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati hunian yang layak dan tidak ada lagi yang tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci Ramadan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung
lokasi pembangunan Huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang,
Selasa (20/1/2026). Saat ini, Kementerian PU tengah merampungkan tahap akhir
pembangunan huntara tersebut dengan progres fisik mencapai 98,75%.

“Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua
bekerja keras supaya saat Ramadan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda.
Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan
maksimal,” ujar Menteri Dody.

Penyelesaian huntara sebelum Ramadan ini merupakan tindak lanjut
dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menekankan bahwa
penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada penyelesaian fisik
bangunan semata, namun juga harus menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat,
khususnya dalam menjalankan ibadah.

Baca Juga :  Dinamika Suku Bunga AS 2026, Tantangan dan Peluang Baru bagi Investor aset Kripto Indonesia

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan
penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas
Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun
dalam kondisi pascabencana,” tegas Menteri Dody.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari
paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1. Untuk mengejar target
waktu di tengah kondisi darurat, Kementerian PU menerapkan metode konstruksi
modular dengan sistem Modular Lite (MOLI). Teknologi ini
memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat tanpa memerlukan alat berat.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan
seluas 5.427 m² dengan total luas bangunan mencapai 2.052 m². Kompleks ini
terdiri dari 7 blok hunian yang mencakup 114 modul. Kapasitas huntara dirancang
untuk menampung 84 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 336 jiwa.

Baca Juga :  Semester Pertama 2025, Kebab Turki Baba Rafi Buka Lebih dari 50 Outlet Baru: Siap Jadi Brand F&B Kebanggaan Indonesia

Guna menjamin kesehatan dan kenyamanan penghuni, kawasan huntara
dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain berupa 42 unit
Mandi Cuci Kakus (MCK), area komunal multifungsi dan area jemur, musala untuk
kegiatan ibadah, dan utilitas pendukung berupa genset dan toren air.

Kementerian PU juga memastikan ketersediaan sanitasi dan air
bersih yang memadai. Sumber air bersih diperoleh dari sumur bor yang disalurkan
melalui tandon, sementara pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek. Untuk
pasokan listrik, kawasan ini telah terhubung dengan jaringan PLN.

Dengan rampungnya tahap akhir ini, huntara ditargetkan dapat
segera dimanfaatkan oleh warga terdampak bencana, sehingga pemulihan kehidupan
sosial dan ekonomi masyarakat setempat dapat berjalan lebih cepat.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru