Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026

- Editor

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Intel Corporation (INTC) mengalami tekanan pasar signifikan setelah rilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2025. Meskipun hasil pendapatan dan laba per saham melampaui ekspektasi analis, panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 dianggap kurang menggembirakan, memicu aksi jual kuat di pasar saham Amerika Serikat.

Dalam laporan Q4 2025, Intel mencatat pendapatan sekitar US$13,7 miliar, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis dan menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mengatasi tekanan industri yang kompleks. Angka pendapatan ini turun sekitar 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih berada di atas kisaran estimasi pasar. Sementara itu, pendapatan disesuaikan (non-GAAP EPS) mencapai USD 0,15 per saham, melampaui ekspektasi konsensus analis yang lebih rendah.

Meskipun Intel berhasil mengalahkan ekspektasi pasar untuk Q4, hal ini tidak cukup mencegah sentimen negatif pasar terhadap masa depan perusahaan. Investor fokus pada panduan kuartal pertama 2026 yang diproyeksikan jauh di bawah estimasi, dengan Intel memperkirakan pendapatan di kisaran US$11,7 miliar hingga US$12,7 miliar dan laba per saham non-GAAP yang mendekati breakeven atau bahkan negatif. Panduan tersebut dianggap mengecewakan karena berada di bawah ekspektasi analis, sehingga menimbulkan keraguan tentang kemampuan Intel mempertahankan momentum pertumbuhan.

Baca Juga :  KAI Daop 6 Catat 3.128 Pelanggan Gunakan KA BIAS di Daop 6 pada Libur Nasional Maulid Nabi

Sentimen lemah turut diperparah oleh kekhawatiran seputar tantangan rantai pasok dan kemampuan produksi, terutama dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk chip berperforma tinggi di pusat data dan aplikasi kecerdasan buatan. Perusahaan memperingatkan bahwa hambatan pasokan diperkirakan akan tetap ada setidaknya hingga kuartal II, sebelum mulai pulih. Kekhawatiran ini diperparah oleh perlambatan di segmen komputasi klien (PC), di mana permintaan masih menunjukkan tren menurun.

Respons pasar terhadap panduan tersebut sangat tajam. Saham Intel turun lebih dari 12% hingga 17% dalam satu sesi, mencerminkan reaksi investor terhadap kombinasi panduan lemah, prospek pertumbuhan yang tidak pasti, dan tantangan struktural dalam kompetisi global chipset dengan rival seperti Nvidia dan AMD. Banyak analis mencatat bahwa meskipun Intel menunjukkan kekuatan di segmen Data Center & AI, tantangan di lini PC serta tekanan marjin membuat prospek jangka pendek lebih rumit.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan saham teknologi tidak hanya ditentukan oleh hasil saat ini, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap arah pertumbuhan ke depan. Bagi investor yang aktif memantau dinamika pasar Amerika Serikat, pergerakan saham AS, aset kripto, dan emas digital dapat kamu cek secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Dengan menggunakan Nanovest, investor Indonesia bisa mengikuti pergerakan pasar global dalam satu platform yang intuitif.

Baca Juga :  Plot Twist in Beauty: QUBY Collections by Jacquelle & REAL untuk Gen Z

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, Nanovest menawarkan platform yang memungkinkan eksplorasi berbagai koin kripto populer dan altcoin lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia yang ingin menggabungkan kedua instrumen investasi dalam satu aplikasi. Selain itu, bagi investor pemula, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman saat memulai perjalanan investasi. Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut bisa kamu temukan di www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest tersedia untuk diunduh pada Play Store maupun App Store, siap membantu investor Indonesia memanfaatkan tren pasar global secara fleksibel serta aman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal
Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu
BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?
Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

Senin, 20 April 2026 - 21:00 WIB

Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 18:00 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

Senin, 20 April 2026 - 18:00 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 17:00 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Berita Terbaru