Lintasarta Perkenalkan LAMPU, Platform Marketspace Berbasis AI untuk Percepat Transformasi Digital

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, memperkenalkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), sebuah platform digital terpadu yang menghadirkan cara baru dalam membeli dan mengadopsi solusi digital. Platform ini menyatukan berbagai kebutuhan solusi digital, mulai dari aplikasi Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity services, connectivity services, hingga model prediksi, kecerdasan buatan (AI) dan analytics, yang dapat digunakan secara instan dalam satu ekosistem yang aman, berdaulat, serta dibangun sepenuhnya di atas infrastruktur milik Lintasarta.

LAMPU dapat diakses melalui tautan lampu.ai dan dirancang sebagai pasar digital generasi baru yang menawarkan pengalaman one-stop solution, bagi perusahaan untuk menemukan, mencoba, dan menerapkan solusi digital dengan mempermudah pengadaan solusi serta kebutuhan digital melalui satu platform terintegrasi. Dengan fondasi infrastruktur connectivity, cloud, dan cybersecurity kelas enterprise, LAMPU hadir untuk mendukung akselerasi transformasi digital lintas industri, sekaligus memperkuat kedaulatan digital bangsa.

President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena mengatakan, LAMPU mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis dengan mengadopsi teknologi, melalui ekosistem digital yang menghadirkan akses cepat kepada inovasi yang relevan, mudah, dan aman. “Dengan memanfaatkan kekuatan infrastruktur (connectivity, cloud, cybersecurity) Lintasarta yang berdaulat, LAMPU menjadi wadah bagi pelaku usaha, penyedia solusi, dan pengembang (developer) lokal untuk berkolaborasi, mempercepat inovasi, dan memperluas skala bisnis dengan lebih efisien. Ini adalah langkah strategis Lintasarta dalam mendorong ekosistem digital nasional yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” kata Bayu.

Baca Juga :  Doxadigital Bergabung Menjadi Mitra WordPress/Automattic di Indonesia: Bantu Maksimalkan Penggunaan WordPress Untuk Bisnis

Sebagai marketspace digital yang terintegrasi penuh, LAMPU menyederhanakan proses adopsi teknologi, memungkinkan pelanggan untuk mengakses solusi digital dengan kinerja tinggi, latensi rendah, dan mekanisme keamanan yang prima. LAMPU menawarkan fleksibilitas melalui berbagai model konsumsi, pay-as-you-go, subscription, hingga enterprise licensing, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan biaya sekaligus mempercepat time-to-value.

Dalam semangat prinsip “open ecosystem”, LAMPU membuka akses bagi mitra teknologi, startup, dan penyedia software untuk membawa solusi mereka ke pasar yang lebih luas. Dengan konektor API, integrasi cloud-native, serta kemampuan direct-deployment yang ditawarkan oleh LAMPU, pengembang, serta penyedia teknologi diharapkan dapat lebih fokus untuk berinovasi dan membangun solusi berbasis AI, data analytics, serta digital services yang siap produksi.

“Ekosistem digital yang kuat membutuhkan konektivitas yang andal, cloud yang aman, dan kemampuan cybersecurity yang matang. Semua itu menjadi inti dari Lintasarta, dan kini kami padukan dalam LAMPU untuk memastikan setiap perusahaan, dari skala kecil hingga besar, dapat mengadopsi teknologi dengan kepercayaan, kemudahan, serta kenyamanan penuh,” lanjut Bayu.

LAMPU merupakan sebuah platform terintegrasi yang lahir dari filosofi bahwa teknologi seharusnya menjadi enabler pertumbuhan, maka dari itu akses terhadap teknologi menjadi kunci untuk menjangkau lebih banyak pengguna. LAMPU menyatukan berbagai solusi digital dalam satu lingkungan yang terstandardisasi, terkurasi, dan scalable, memungkinkan organisasi untuk membuka potensi baru dalam operasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komoditas Strategis Melalui Replanting 14.000 Hektare PTPN I Regional 2

Pilar 4C Lintasarta dan Komitmen untuk Indonesia Emas 2045

LAMPU merupakan manifestasi dari empat “C” (4C) yang merupakan pilar strategis Lintasarta yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat pilar ini membentuk fondasi kokoh bagi digitalisasi nasional:

Connectivity: Jangkauan luas, andal dan aman yang menghadirkan performa stabiluntuk aplikasi dan data.

Cloud: Kapabilitas cloud berdaulat untuk aplikasi modern dan workload AI.

Cybersecurity: Proteksi menyeluruh terhadap risiko digital dan ancaman siber.

Collaboration: Kemitraan aktif lintas sektor untuk memperluas dampak digitalisasiIndonesia.

Lintasarta juga memperkuat pembangunan AI Ecosystem sebagai bagian dari kontribusi terhadap transformasi digital Indonesia. Melalui LAMPU, Lintasarta memperkenalkan akses terhadap model AI, dataset lokal, solusi AI yang industry-ready, untuk memperkuat kolaborasi dengan institusi akademik dan startup AI nasional, yang semuanya bertujuan memperluas partisipasi serta mempercepat kesiapan AI Ecosystem nasional.

Dengan pendekatan terintegrasi ini, Lintasarta menegaskan komitmen untuk mendorong ekonomi digital yang inklusif, memperkuat kedaulatan teknologi, dan menghadirkan peluang pertumbuhan yang lebih luas demi tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru