Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

- Editor

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan bisnis retail KALOG Express mencatatkan peningkatan signifikan pada pengiriman produk khusus makanan beku atau frozen food. Pada Januari 2026, volume pengiriman frozen food mengalami kenaikan 32% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Produk makanan beku kini menjadi salah satu pilihan
utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian. Di tengah gaya hidup
yang serba cepat, kepraktisan, kemudahan penyimpanan, serta daya tahan produk
menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap frozen food.

Manager Marketing and Sales Courier KAI Logistik, Ayi
Suryandi, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, layanan KALOG Express
berhasil mencatatkan total pengiriman frozen food sebesar 582.134 kg.
Sementara itu, di awal tahun 2026, capaian pengiriman menunjukkan pertumbuhan
signifikan. “Pada periode Januari, volume pengiriman frozen food
meningkat 32%, dari sebelumnya 40.850 kg menjadi 53.809 kg. Hal ini menunjukkan
tren positif terhadap layanan pengiriman produk makanan beku melalui KAI
Logistik,” ujar Ayi.

Baca Juga :  Menikmati Keindahan Alam dari Atas Rel : Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates

Peningkatan tersebut sejalan dengan tren industri
makanan beku nasional. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Makanan Beku
Indonesia (APMBI) tahun 2025, permintaan produk frozen food meningkat
hingga 35% dalam dua tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh perubahan gaya
hidup masyarakat, khususnya pasca-pandemi, yang cenderung memilih makanan cepat
saji yang praktis, terjangkau, dan tetap berkualitas.

Ayi menambahkan, tren peningkatan pengiriman frozen
food tidak hanya berasal dari konsumen individu, tetapi juga dari pelaku UMKM
yang bergerak di bidang produksi dan distribusi makanan beku. “Dengan
keunggulan moda kereta api sebagai moda utama yang memiliki jadwal tetap dan
SLA waktu yang pasti, KAI Logistik mampu memberikan kepastian waktu pengiriman.
Hal ini membantu pelaku usaha maupun konsumen dapat memperkirakan ketahanan
produk hingga sampai di lokasi tujuan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menjaga Skin Barrier dengan Sabun Alami, Cara Lembut Rawat Kulit

Meski demikian, Ayi mengungkapkan bahwa saat ini
gerbong kereta api untuk pengiriman barang retail belum dilengkapi dengan
fasilitas khusus cold storage selama perjalanan. Oleh karena itu,
KAI Logistik mengimbau para pelaku usaha dan konsumen untuk memperhatikan
standar pengemasan produk frozen food.

Beberapa langkah pengemasan yang direkomendasikan
antara lain penggunaan kemasan vacuum untuk menghindari oksidasi, pelapisan
dengan styrofoam box dan bubble wrap, serta penambahan pendingin
seperti ice gel pack atau dry ice untuk menjaga ketahanan suhu.

Ke depan, KAI Logistik terus mencermati perkembangan tren
pengiriman produk makanan beku. “Tidak menutup kemungkinan, seiring dengan
meningkatnya minat dan kebutuhan pelanggan terhadap pengiriman frozen food,
KAI Logistik akan secara bertahap melengkapi dan mengembangkan fasilitas cold
chain
sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dan pemenuhan kebutuhan
pelanggan secara berkelanjutan,” tutup Ayi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Berita Terbaru