KAI Logistik Optimalkan Keamanan dan Keselamatan Angkutan B3 Melalui Moda Kereta Api

- Editor

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan angkutan kereta api kontainer, terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menghadirkan alternatif pengangkutan B3 yang terstandar dan dikelola secara ketat sesuai ketentuan keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik,
mengungkapkan bahwa angkutan B3 memerlukan penanganan khusus, karena termasuk
dalam kategori dangerous goods. “Oleh karena itu, seluruh layanan
angkutan B3 melalui kereta api dijalankan dengan mengedepankan prinsip
kehati-hatian dan kepatuhan regulasi. Layanan angkutan melalui kereta api telah
mengantongi perizinan dari regulator sehingga memberikan jaminan keamanan dan
keselamatan bagi Pelanggan,” Jelas Dwi.

Hingga saat ini, KAI Logistik telah memperoleh izin
pengangkutan untuk 12 jenis dangerous goods/B3 di antaranya Nitrogen,
Amonia, Argon, Asam Sulfat, Etanol, Hidrogen Peroksida, Isopropil Alkohol,
Natrium Hidroksida, Fenol, Karbon Dioksida, Heksana, Metanol.  Distribusi komoditas B3 di Indonesia diatur
secara ketat melalui berbagai regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah No. 74
Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Proses distribusi
harus memenuhi standar tinggi dalam hal pengemasan, pelabelan, dan manajemen
risiko.

Baca Juga :  Pemesanan Tiket Kereta Api Reguler Lebaran Dibuka Bertahap, H2 Lebaran Masih Tersedia

Layanan angkutan B3 ini sekaligus memperkuat peran  moda KA sebagai moda transportasi yang lebih
berkelanjutan. Sejumlah aspek menjadi fokus KAI Logistik, antara lain
penggunaan moda transportasi rendah emisi, peningkatan keselamatan publik dan
perlindungan lingkungan, serta kontribusi terhadap pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Melalui layanan ini, KAI Logistik mendukung tujuan No. 9
Industri dan Infrastruktur, mendorong inovasi dalam sistem logistik nasional
yang lebih modern dan efisien, tujuan No 11 terkait Kota Berkelanjutan dengan
mengurangi potensi risiko distribusi bahan berbahaya di kawasan padat penduduk
serta tujuan No. 13 (Aksi Iklim) dengan pengurangan emisi transportasi melalui
pengalihan ke moda kereta api,” lanjut Dwi.

Baca Juga :  AI vs Manual Forecasting: Mana yang Lebih Efektif untuk Perencanaan Keuangan?

KAI Logistik berharap layanan ini dapat menjadi opsi
pengangkutan yang andal dan berkelanjutan dalam mendukung berbagai sektor
industri, mulai dari manufaktur, farmasi, hingga energi. Seluruh pengangkutan
B3 oleh KAI Logistik dilakukan berdasarkan surat Rekomendasi Pengangkutan B3
melalui Kereta Api, yang memastikan bahwa jalur, titik muat, dan bongkar di
wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi
lingkungan dan perkeretaapian.

Sepanjang tahun 2025, KAI Logistik  mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan
kontainer sebesar 2,5 juta ton angkutan kontainer termasuk di dalamnya komoditi
B3/ Dangerous goods. Capaian tersebut tumbuh sekitar 8% dibandingkan
tahun 2024 sebesar 2,3 juta ton. “Kinerja tersebut mencerminkan bertumbuhnya
kepercayaan industri terhadap layanan distribusi berbasis KA yang tidak hanya
andal, tetapi juga lebih ramah lingkungan,” tutup Dwi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru