BRI-MI Nilai Volatilitas Pasar Sebagai Momentum Penguatan Fundamental dan Strategi Investasi

- Editor

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menilai dinamika pasar saham yang terjadi seiring penyesuaian kebijakan dari penyedia indeks global MSCI merupakan momentum penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta daya saing pasar modal nasional di tingkat global.

Jakarta, Februari 4, 2026 — PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menilai dinamika pasar saham yang terjadi seiring penyesuaian kebijakan dari penyedia indeks global MSCI merupakan momentum penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta daya saing pasar modal nasional di tingkat global.

Di tengah meningkatnya volatilitas, BRI-MI memandang penting bagi pelaku pasar dan investor untuk menempatkan pergerakan tersebut dalam konteks yang lebih luas. Perubahan komposisi indeks global kerap dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis dan global, namun tidak serta-merta mencerminkan ketahanan ekonomi suatu negara secara menyeluruh.

Chief Investment Officer BRI-MI, Herman Tjahjadi, menyampaikan bahwa volatilitas pasar tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

“Reaksi pasar terhadap penyesuaian indeks global merupakan hal yang lumrah. Namun dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan aktivitas bisnis terus berjalan,” ujar Herman.

Sejalan dengan hal tersebut, BRI-MI menilai bahwa kondisi pasar yang dinamis justru dapat menjadi fase pembelajaran bagi investor untuk kembali meninjau strategi investasinya. Fokus pada tujuan keuangan, disiplin terhadap rencana investasi, serta pemahaman atas profil risiko menjadi kunci dalam menghadapi berbagai fase pasar.

Chief of Sales BRI-MI, Yulius Hartono, menegaskan bahwa dinamika pasar menjadi pengingat penting bagi investor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan investasinya.

“Volatilitas pasar mengingatkan kita bahwa investasi bukan soal bereaksi cepat terhadap pergerakan jangka pendek, melainkan soal kesiapan strategi investor dan disiplin dalam menjalankannya,” ujar Yulius.

Ia menambahkan bahwa BRI-MI terus mendorong investor untuk semakin meningkatkan pemahaman terkait tujuan investasi dan profil risiko secara menyeluruh, tetapi juga membangun literasi serta strategi jangka panjang yang terukur, seiring dengan proses pendewasaan investor dalam mengelola portofolio dan mengambil keputusan investasi yang semakin matang.

Strategi Investasi di Tengah Dinamika Pasar

Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, BRI-MI menilai pendekatan diversifikasi portofolio dan pemilihan instrumen yang selaras dengan profil risiko investor tetap relevan untuk menjaga keseimbangan investasi. Pengelolaan portofolio yang adaptif, namun tetap berbasis pada perencanaan jangka panjang, menjadi fondasi penting dalam menghadapi siklus pasar.

Instrumen dengan karakteristik risiko relatif rendah, seperti Reksa Dana Pasar Uang, dapat berperan dalam menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio. Sementara itu, Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka menengah.

“Reksa Dana Pasar Uang seperti Reksa Dana BRI Seruni Pasar Uang III, BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap seperti Reksa Dana BRI Melati Pendapatan Utama dapat berperan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas portofolio, sementara investor dengan horizon jangka panjang dapat memanfaatkan pendekatan bertahap dan konsisten untuk menghadapi siklus pasar,” tutup Yulius.

Melalui pendekatan tersebut, BRI-MI berkomitmen untuk terus mendampingi investor dalam membangun kualitas investasi yang berkelanjutan, dengan mengedepankan semangat Investasi Naik Kelas seiring dengan perkembangan dan pendewasaan pasar modal Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Berita Terbaru