Presiden Direktur Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Investor Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah

- Editor

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 03 Maret 2026 – Gejolak ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah akibat operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, memicu guncangan pada kondisi ekonomi global. Termasuk pada pasar aset kripto yang turut mengalami tekanan, menanggapi ini Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya penguatan literasi bagi investor Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini merupakan tindakan pencegahan atau pre-emptive strike dari pihak intelijen yang dikabarkan mendeteksi ancaman nyata dari program rudal balistik Iran yang dianggap membahayakan pasukan AS dan sekutunya di kawasan tersebut.

Peristiwa ini memicu volatilitas luar biasa pada harga aset Bitcoin ($BTC) yang tertekan ke level $63.000 pada sabtu kemarin, sebelum akhirnya bangkit dan menyentuh $68.000 pada hari ini. Hal in, mencerminkan dominasi rasa takut yang mendalam pada kondisi psikologis pasar sebagaimana terlihat dari indeks Fear & Greed CoinMarketCap yang menyentuh level “Extreme Fear” pada 2 Februari 2026, kemarin.

Baca Juga :  Bittime Perkuat Ekosistem Investasi Aset Kripto yang Ramah Pemula dan Hadirkan Peluang Lighter ($LIT) Melalui Launchpool

Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Kondisi volatilitas pasar aset digital saat ini, menuntut investor untuk memahami mekanisme fundamental dan portofolio risiko.

“Gejolak situasi geopolitik saat ini tentu berdampak pada industri aset digital secara menyeluruh, karena itu masyarakat ditekankan untuk benar-benar mengelola informasi secara bijak. Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan pasar dan tren pasar saat ini, apalagi mengambil keputusan berdasarkan tekanan Fear of Missing Out (FOMO),” tegas Ronny.

Menurutnya peran literasi keuangan menjadi kunci utama bagi investor lokal agar mampu mengelola portofolio secara cerdas dan terlindungi dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman terhadap dinamika aset digital yang terus berkembang pesat. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang.

Mengingat aset kripto seperti Bitcoin ($BTC), Tether ($USDT) dan Tether Gold ($XAUT) masih menjadi pilihan diversifikasi di kalangan investor aset kripto jangka panjang. Apalagi, kehadiran $XAUT yang merupakan aset kripto berbasis emas yang diterbitkan oleh Tether dan merepresentasikan 1 troy ounce emas fisik yang disimpan di vault (Swiss).

Baca Juga :  Rekomendasi Outfit Hangout Pria Keren Tanpa Ribet

Di sisi lain, menyikapi situasi saat ini investor jangka panjang juga dapat memanfaatkan fitur staking di Bittime dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 20% bagi pengguna baru. Fitur staking hadir dengan locked periode tertentu, dan selanjutnya dapat diredeem setelah locked periode berakhir atau redeem lebih awal tanpa potongan biaya, serta penalti apapun.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:00 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:01 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:00 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:00 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:00 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Senin, 20 April 2026 - 12:00 WIB

Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary

Senin, 20 April 2026 - 12:00 WIB

Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Senin, 20 April 2026 - 11:00 WIB

MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

Berita Terbaru